About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, July 7, 2022

Teknik Berburu Unik Beruang Kutub: Menghantam Singa Laut dengan Batu


Pernahkah Anda melihat hewan yang menggunakan alat untuk berburu? Fenomena ini jarang sekali terlihat di alam liar. Kebanyakan hewan menggunakan insting dan raganya untuk mencari ataupun mengejar makanannya di rimba sana.

Salah satu folklor paling fantastis dari fenomena ini datang dari orang Inuit di Amerika Utara. Konon, beruang kutub (Ursus maritimus) di sana sering menggunakan bongkahan batu ataupun es untuk berburu singa laut (Odobenus rosmarus).

Laporan pertama mengenai folklor ini dicatat oleh Otto Fabricius, misonaris dan penjelajah asal Denmark, pada tahun 1780. Menurutnya, kabar burung ini santer terdengar di kalangan para penjelajah Eropa yang berkelana bersama pemandu Inuit mereka. Akan tetapi, kurangnya bukti sahih membuat beberapa ilmuwan menganggapnya sebagai mitos lokal belaka.

Namun belakangan ini, para ilmuwan meninjau kembali cerita tersebut. Pasalnya, banyak laporan yang terus bermunculan terkait kemampuan beruang kutub dalam menggunakan alat berburu. Seperti dilansir dari Science News, salah satu laporan menarik muncul dari sebuah Kebun Binatang Tennoji di Osaka, Jepang. GoGo, seekor beruang kutub jantan berusia lima tahun, dipotret saat menggunakan beragam perkakas untuk menggapai makanannya.

Penemuan ini, ditambah dengan berbagai laporan baru dari pemburu Inuit, menambah rasa penasaran peneliti untuk mendalami "mitos" tadi. "Berdasarkan pengalaman saya, apa pun yang dikatakan pemburu Inuit senior menjadi sesuatu yang menarik untuk didengar, dan kemungkinan besar memang benar adanya," kata Ian Stirling kepada Science News. Stirling merupakan salah satu biolog spesialis beruang kutub terkemuka, yang sekaligus menjadi pemimpin penelitian ini. Hasil penelitian ini kemudian dipublikasikan ke dalam jurnal Arctic edisi Juni 2021. Tajuknya, Do Wild Polar Bears Use Tools When Hunting Walruses? 

Dalam jurnal tersebut, Stirling dan rekan-rekannya mengulas sejumlah observasi dari orang Inuit dan peneliti lain terhadap perilaku ini. Dari sana, mereka menemukan berbagai alasan yang dapat membuktikan perilaku berburu yang unik ini.


Menurut Stirling, setiap laporan terkait perilaku berburu kutub memiliki satu kesamaan. Perilaku penggunaan batu dan es hanya digunakan beruang kutub untuk berburu singa laut.

"Ukuran tubuh singa laut bisa mencapai tiga kali lebih besar dari pada beruang kutub," tulis Stirling, "dan kulit mereka bisa mencapai ketebalan hingga 2-4 cm di kepala dan leher." Faktor-faktor inilah yang menyebabkan beruang kutub kesulitan untuk membunuh mangsanya dengan tangan kosong.

Belum lagi dengan kemampuan singa laut untuk membela diri dengan taringnya. Tidak jarang beruang kutub terkena luka yang cukup parah jika menghadapi singa laut secara langsung.


Oleh karena itu, Stirling memperkirakan bahwa kondisi ini membuat para beruang kutub memutar otak. Inilah yang membuat sejumlah kutub menggunakan cara-cara inovatif untuk membunuh singa laut, yaitu dengan menghantam kepalanya dengan balok batu atau es besar.

Kreativitas ini tidak hanya ditemukan di kalangan beruang kutub saja. Stirling dan rekan-rekannya juga menemukan perilaku ini di beruang cokelat (Ursus arctos), kerabat terdekat dari beruang kutub. Dalam suatu eksperimen, sejumlah beruang cokelat mampu menggunakan gelondongan kayu untuk menggapai makanan yang diletakkan di tempat yang tinggi.

"Para beruang dikenal cerdas karena otaknya yang besar, yang terbukti dari kemampuannya dalam menyusun strategi berburu," tutur Stirling dalam jurnalnya.

Meskipun demikian, Stirling mengakui bahwa studi terhadap kemampuan kognisi beruang masih sangat sedikit. "Akan tetapi, kami mempunyai banyak informasi dari observasi alam liar yang membuktikan bahwa mereka benar-benar cerdas," ujar Stirling kepada Science News.

Wednesday, July 6, 2022

Koin Paling Berharga di Dunia Dijual di Lelang seharga $18,9 Juta


Pada pekan lalu, perancang sepatu mewah, Stuart Weitzman melelang benda langka yang dijuluki "Tiga Harta Karun". Masing-masing cukup kecil untuk dipegang dengan satu tangan.

Ketiga barang itu memecahkan rekor ketika terjual lebih dari $30 juta di New York. Barang-barang itu diantaranya koin emas mengilap, satu set perangko terkenal yang salah cetak, dan secarik kecil kertas magenta yang populer disebut "perangko paling langka di dunia".

Dari ketiga barang itu, koin Double Eagle tahun 1933 lah yang mencuri perhatian. Ia menjadi koin paling berharga di dunia yang terjual seharga $18,9 juta (sayangnya, si pembeli tidak ingin disebutkan namanya). 

Menurut sebuah pernyataan Sotheby's, Weitzman membeli koin emas $20 seharga $7,59 juta pada tahun 2002.

Koin Double Eagle merupakan mata uang emas terakhir yang dicetak di Amerika Serikat, lapor Reuters. Nilai spesimen yang baru terjual berasal dari statusnya sebagai satu-satunya Double Eagle 1933 milik pribadi yang diketahui bertahan hingga hari ini. 

Presiden Theodore Roosevelt menugaskan Augustus Saint-Gaudens, pematung terkemuka Amerika Serikat untuk membuat koin itu pada awal 1900-an. 

"Saya telah lama ingin melakukan apa yang saya bisa untuk memperbaiki kondisi uang kita yang memalukan, tapi sekarang saya memiliki kesempatan, saya mendekatinya dengan takut dan gemetar," tulis Saint-Gaudens kepada seorang sarjana dan kolektor pada 1905, di laman Sotheby.


Desain akhir Double Eagle secara luas dipuji sebagai salah satu yang paling indah sepanjang masa. Koin yang dicetak pertama kali pada 1907 ini menampilkan Lady Liberty yang melangkah maju ke depan dan elang yang sedang terbang di bagian belakang. 

Owen Edwards pada majalah Smithsonian pada 2008 pernah menjabarkan bahwa pematung itu mendasarkan figur liberty kepada Harriette Eugenia Anderson, model terkenal keturunan Afrika-Amerika dari Carolina Selatan.


Pada 1933, Presiden Franklin Roosevelt memindahkan negara itu dari standar emas dengan harapan memperkuat ekonomi yang dirusak oleh Great Depresion.

Tahun berikutnya, direktur U.S. Mint memerintahkan pencairan semua Double Eagles tahun 1933, yang telah dipukul tetapi tidak pernah dikeluarkan.

Dua spesimen diberikan kepada Smithsonian Institution, yang sekarang menyimpan koin-koin tersebut dalam koleksi National Museum of American History.

Beberapa koin langka lolos dari kehancuran dan berakhir di tangan pribadi. Investigasi kriminal pun terjadi, tetapi pemerintah akhirnya menemukan kembali koin-koin itu, selain yang satu ini.

Karena pertempuran hukum antara Departemen Keuangan AS dan pemilik koin sebelumnya, Double Eagle yang memecahkan rekor inilah satu-satunya dari jenis koin tersebut yang dimiliki oleh orang pribadi secara sah. 

Monday, July 4, 2022

Kesialan-Kesialan Kaum Bumi Datar Saat Coba Buktikan Bentuk Bumi


Ada-ada saja kelakuan penganut teori bumi datar (Flat Earth Theory). Berkali-kali mereka mencoba membuktikan bahwa bumi ini berbentuk datar, berkali-kali itu pula mereka gagal.

Bukan hanya karena bentuk Bumi memang bulat. Kegagalan upaya "pembuktian" yang dilakukan orang-orang dari Kaum Bumi Datar sering disebabkan oleh adanya kesialan yang menimpa mereka. Atau, "pembuktian" yang berujung pada kesialan.

Berikut adalah kesialan-kesialan yang pernah menimpa orang-orang penganut teori bumi datar saat mereka mencoba membuktikan bentuk bumi ini. 

1. Tewas dalam peluncuran roket yang gagal

Seorang pilot pemberani AS, "Mad" Mike Hughes, 64 tahun, tewas dalam percobaan peluncuran roket buatan sendiri di gurun California.BBCmelansir, roket bertenaga uap yang Hughes naiki di dekat Barstow pada 2018 itu segera jatuh menukik kembali tak lama setelah lepas landas. Sebuah video di media sosial menunjukkan roket itu diluncurkan ke langit sebelum jatuh ke tanah di dekatnya.
Selama ini Hughes terkenal dengan keyakinannya bahwa Bumi itu datar. Dia berharap bisa membuktikan teorinya itu dengan pergi ke luar angkasa. Peluncuran hari Sabtu itu disebut direkam sebagai bagian dari Homemade Astronauts, sebuah serial TV baru tentang pembuat roket amatir yang akan ditayangkan di US Science Channel. Proyek tersebut harus dilaksanakan dengan anggaran yang ketat.

Dengan bantuan rekannya Waldo Stakes, Hughes mencoba mencapai ketinggian 5.000 kaki (1.525 m) saat mengendarai roket bertenaga uapnya, menurut Space.com. Dalam video peluncuran, parasut terlihat mengikuti di belakang roket, tampaknya dikerahkan terlalu dini, beberapa detik setelah lepas landas.

Dalam sebuah tweet, Science Channel mengatakan Hughes telah meninggal dalam mengejar mimpinya. Departemen Sheriff Wilayah San Bernardino mengatakan petugasnya dipanggil ke acara peluncuran roket sekitar pukul 14:00 waktu setempat (22:00 GMT) pada hari Sabtu.

Kantor sheriff mengatakan "seorang pria dinyatakan meninggal setelah roket jatuh di gurun terbuka". Juru bicara Hughes mengkonfirmasi kepada outlet media AS bahwa memang pilot "gila" itulah yang tewas.

2. Dikarantina saat coba ingin ke "ujung" bumi di masa lockdown

Dua penganut bumi datar terpaksa dikarantina setelah mencoba mencapai "ujung bumi" selama masa lockdown di Italia. Pasangan itu, seorang pria dan wanita paruh baya dari Venesia, berangkat untuk membuktikan teori mereka bahwa dunia ini datar dengan mencoba berlayar ke Lampedusa, sebuah pulau antara Sisilia dan Afrika Utara.

Sepasang kaum bumi datar itu meninggalkan Venesia selama lockdown akibat pandemi corona di Italia dan pergi ke Termini Imerese, sebuah kota di pantai utara Sisilia, tempat mereka menjual mobil dan membeli perahu. Dari sana, mereka menuju Lampedusa, yang berada di lepas pantai selatan Sisilia. Ujung Pulau Lampedusa itulah yang mereka yakini sebagai bagian ujung bumi yang "berbentuk datar" ini.

Namun, kapal tersebut tidak berhasil mencapai Lampedusa, dan sebaliknya, kaum bumi datar itu berakhir di Pulau Ustica, di lepas pantai barat laut Sisilia. Mereka kelelahan dan kehabisan tenaga.

Salvatore Zichichi, seorang dokter dari kantor kesehatan maritim Kementerian Kesehatan yang membantu pasangan tersebut setelah mereka tersesat, mengatakan bahwa mereka menggunakan kompas untuk navigasi. "Lucunya, mereka menggunakan kompas, instrumen yang bekerja berdasarkan magnet bumi, sebuah prinsip yang harus mereka tolak sebagai penganut bumi datar," kata Zichichi sebagaimana diberitakan Newsweek.


Sepasang penjelajah itu akhirnya dibawa untuk dikarantina. Mereka sempat mencoba melarikan diri dan kembali ke laut tetapi sekali lagi dihentikan dan dibawa kembali ke karantina. Beberapa hari kemudian, mereka mencoba melarikan diri lagi tetapi tidak berhasil.

Sementara pasangan penganut Bumi datar itu percaya bahwa ujung bumi ada di Lampedusa, Kaum Bumi Datar pada umumnya percaya bahwa Bumi dikelilingi di semua sisi oleh dinding es yang menahan samudra. Dinding es ini adalah nama yang dinamai oleh para penjelajah sebagai Antartika.

"Di luar tembok es adalah topik yang sangat menarik bagi Kaum Bumi Datar. Sepengetahuan kami, tidak ada yang pernah melewati tembok es dan kembali untuk menceritakan perjalanan mereka. Yang kami tahu adalah bahwa tembok itu mengelilingi bumi dan berfungsi untuk bertahan di lautan kita dan membantu melindungi kita dari apa pun yang ada di baliknya," kata perkumpulan Kaum Bumi Datar atau Flat Earth Society.

Jadi peta dunia versi mereka adalah bumi ini berbentuk lingkaran datar yang dikelilingi oleh Antartika. Di balik Antartika itulah terdapat tepian bumi.

3. Terjebak jadi anggota Angkatan Laut demi buktikan bentuk bumi

Seorang pria di Amerika Serikat (AS) bahkan dilaporkan sengaja masuk ke Angkatan Laut AS untuk mematahkan kaum yang percaya bahwa bentuk bumi bulat. Seorang pengguna Reddit, TrungusMcTungus, menyampaikan cerita itu berdasarkan pertemuan dengan seorang kenalannya di Angkatan Laut AS. Dia menyebut kenalannya itu sengaja masuk menjadi prajurit AL agar dapat melihat bahwa bumi itu datar ketika di laut.

"Saya memiliki seorang kenalan yang saya temui di Angkatan Laut, yang bergabung secara khusus sehingga dia dapat melihat bahwa Bumi itu datar saat berada di laut," kata TrungusMcTungus seperti dilansir 
IFL Science
.

Selama bertugas, TrungusMcTungus mengaku kenalannya itu rutin memetakan lokasi, kecepatan hingga arah kapal. Bahkan, aktivitas itu dilakukan kenalannya beberapa kali dalam sehari. Karena aktivitas itu, kata TrungusMcTungus, kenalannya itu akhirnya menyadari bahwa bumi tidak datar, melainkan bulat seperti yang disampaikan oleh para ahli.

"Akhirnya dia menyadari bahwa jalur yang diambil kapal tidak mungkin jika bumi datar, berdasarkan jarak yang mereka tempuh versus kecepatan mereka," ujarnya.

Sayangnya, karena setiap angkatan laut wajib memenuhi kontrak minimal empat tahun, dia sekarang terjebak di Angkatan Laut.

Saturday, July 2, 2022

Arkeolog Temukan Kemungkinan Manusia Purba Melakukan Hibernasi


Berbagai mamalia tertidur panjang selama musim dingin, atau biasa disebut berhibernasi. Sayangnya, manusia tidak memiliki kemampuan itu, meski jika Anda ingin sekali melakukannya.

Tetapi penelitian terbaru diterbitkan bulan ini, menguak kemampuan tersebut ada pada manusia purba. Meski hasilnya masih terlalu dini dan membutuhkan penelitian lebih lanjut, penemuan tersebut menyatakan bahwa manusia purba meski memiliki kemampuan, tapi tak sebesar kemampuan mamalia lainnya seperti beruang.

Hibernasi sangat berisiko bagi individu dari spesies tersebut, karena dapat terserang beberapa penyakit, yang umumnya menyerang ginjal setelah hibernasi bila tak memiliki cadangan yang cukup sebelumnya.

Fosil berusia 430.000 tahun yang ditemukan di Gua Sima de Los Huesos, Atapuerca, Spanyol utara tersebut menjadi bukti bahwa salah satu spesies nenek moyang kita, Homo heidelbergensis melakukannya setelah ditinjau oleh arkeolog.

“Bukti penyembuhan tahunan yang disebabkan oleh hibernasi, tidak dapat ditoleransi pada individu remaja (yang menunjukkan) adanya pubertas yang berselang tahunan dalam populasi ini,” tulis Antonis Bartsiokas dari Democritus University of Thrace, Yunani, dan Juan-Luis Arsuaga dari Universidad Complutense de Madrid, dalam temuan mereka yang dipublikasikan di ScienceDirect.

“Hipotesis hibernasi yang konsisten (itu), dengan bukti genetik, dan fakta bahwa hominim Sima de Los Huesos hidup selama zaman es,” ungkap mereka.


Menurut pengamatan mereka, homonim purba ini belum siap berhibernasi, karena pada kerangka mereka memiliki kecatatan seperti, kekurangan vitamin D, tak memiliki cadangan lemak yang cukup, dan pada remajanya memiliki pertumbuhan musiman yang tak lazim.

"Gagasan bahwa manusia dapat menjalani keadaan hipometabolik yang dianalogikan dengan hibernasi mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah, tetapi fakta bahwa hibernasi digunakan oleh mamalia dan primata yang sangat primitif, menunjukkan bahwa dasar genetik dan fisiologi untuk hipometabolisme semacam itu dapat dipertahankan di banyak spesies mamalia. termasuk manusia, " terang Bartsiokas dan Arsuaga.

Ditambah pula keberadaan mereka yang ditemukan di Gua Sima yang menjadi daya tarik untuk dicocokkan dengan pola hibernasi mamalia pada umumnya. Strategi ini bisa menjadi salah satu solusi bagi manusia purba tersebut untuk bertahan hidup berbulan-bulan, karena kondisi yang sangat dingin di luar.

Bartsiokas dan Arsuaga dalam laporannya yang berjudul Hibernation in Hominins from Atapuerca, Spain Half a Million Years Ago, juga memeriksa anggapan tandingan. Jika manusia Sima melakukan hibernasi, mengapa orang Inuit dan Sámi modern yang tinggal di kondisi dingin yang ekstrim tak melakukannya?

Mereka beranggapan bahwa makanan berlemak seperti rusa dan ikan, menyediakan makanan bagi orang Inuit dan Sámi, sehingga mereka tak perlu lagi berhibernasi. Sedangkan manusia Gua Sima tak punya persediaan makanan sebanyak mereka.

“Keringnya Iberia pada saat itu tidak dapat menyediakan cukup makanan kaya lemak bagi orang-orang Sima selama musim dingin yang keras, membuat mereka menggunakan hibernasi gua,” jelas mereka.

Melansir The Guardian, antropolog forensik Patrick Randolph-Quinney dari Northumbria Unversity, Newcastle berpendapat mengenai temuan tersebut, “Ada penjelasan lain untuk berbagai variasi yang nampak pada tulang yang ditemukan di Sima, dan ini harus dikaji sepenuhnya sebelum kita dapat mengambil kesimpulan yang nyata. [Penelitian] Itu belum selesai, saya yakin.”

"Namun demikian, ide ini sangat menarik yang dapat diuji dengan memeriksa genom manusia Sima, Neanderthal, dan Denisovan untuk mengetahui tanda-tanda perubahan genetik yang terkait dengan fisiologi hibernasi," tambahnya.

Dewi Matahari Amaterasu, Leluhur Ilahi dari Keluarga Kekaisaran Jepang


Nama dewi utama dalam agama Shinto ialah Amaterasu. Ia adalah seorang dewi matahari yang juga penguasa Takama no Hara (dataran langit tinggi). 

Monarki Jepang meluas hingga abad ke-7 SM dan menjadi salah satu yang tertua di dunia. Seperti banyak monarki kuno lainya, Kaisar Jepang menelusuri nenek moyang mereka ke sumber ilahiah. Amaterasu, diidentifikasi sebagai leluhur utama dari semua Kaisar Jepang, menurut Ancient Origins.

Menurut agama Shinto, Amaterasu adalah putri Izanagi dan Izanami, dua dewa primordial yang dipercaya bertanggung jawab atas penciptaan pulau-pulau di Jepang.

Amaterasu lahir ketika sang ayah Izanagi, melakukan ritual penyucian untuk membersihkan dirinya setelah gagal menyelamatkan sang istri dari dunia bawah. Saat ia membasuh mata kirinya, maka lahirlah Amaterasu.

Amaterasu memiliki seorang cucu bernama Ninigi-no-Mikoto, yang menjadi penguasa dunia terestrial, karena ayahnya, Ama-no-Oshiho-mimi, menolak untuk mengambil peran itu ketika dia ditawari oleh ibunya.

Amaterasu memberi cucunya tiga hadiah ajaib untuk membantunya melakukan tugasnya. Hadiah tersebut adalah Yasakani, permata atau mutiara, Yata, cermin, dan Kusanagi, pedang; barang-barang ini kemudian dikenal sebagai tanda kerajaan kaisar Jepang. Cicit laki-lakinya Ninigi, Jimmu, menjadi Kaisar Jepang pertama pada 660 SM.

Sepanjang sejarah Jepang, kaisar dianggap sebagai dewa. Namun bukan berarti bahwa kaisar adalah makhluk gaib. Sebaliknya, dia harus bertanggung jawab untuk melakukan ritual tertentu untuk memastikan bahwa akan melindungi Jepang dan mempertahankan kemakmurannya.

Selain itu, kaisar hanya memiliki sedikit kekuatan politik untuk sebagian besar sejarah Jepang, hingga Restorasi Meiji.

Menyusul kekalahan Jepang oleh Sekutu selama Perang Dunia Kedua, Kaisar Hirohito terpaksa melepaskan keilahiannya. Namun, menurut para revisionis, status ilahi kaisar tidak berubah setelah perang - itu hanya sepotong propaganda oleh para pemenang dalam upaya mereka untuk memutuskan hubungan antara kaisar dan rakyat Jepang.

Bagaimanapun, hanya sedikit orang Jepang yang masih menyembah kaisar hari ini - beberapa bahkan berpendapat bahwa Kaisar tidak lagi berfungsi di dunia modern.


Ada berbagai mitos tentang Amaterasu, yang paling terkenal adalah mitos di mana sang dewi memblokir dirinya sendiri di dalam gua setelah konflik dengan adik laki-lakinya, Susanoo, dewa laut dan badai.

Yang terakhir ini menyebabkan kekacauan di bumi dengan menghancurkan sawah, menumbangkan pohon, dan bahkan menghancurkan bangunan suci.

Kesabaran Amaterasu mencapai titik puncaknya ketika saudara laki-lakinya membuat lubang di atap aula tempat dewi itu duduk dan menyaksikan dewa-dewa lain menenun pakaian surgawi dan dia melemparkan tubuh seekor kuda besar yang dikuliti. Banyak penenun yang terluka bahkan ada yang meninggal.

Akibat tindakan ini, Amaterasu memutuskan untuk mundur ke dalam sebuah gua di tengah bumi, yang dikenal sebagai Ama-no-Iwato (Gua Batu), dan menolak untuk keluar, sehingga menjerumuskan ddunia ke dalam kegelapan total.

Dewa lainnya (total 800) memohon dewi matahari untuk keluar dari gua tanpa hasil. Akhirnya, melalui tipu muslihat, dengan membuat sang dewi berpikir bahwa mereka telah menemukan seseorang / sesuatu yang dapat mengambil perannya dalam membawa terang ke dunia. Saat Amaterasu membuka pintu gua sedikit untuk melihat apa yang sedang terjadi, dia ditangkap, dibawa keluar, dan dicegah untuk kembali ke dalam gua.

Friday, July 1, 2022

‘Kota Hantu’ di Bawah Air Ini Bisa Terlihat Lagi Tahun Depan

 ‘Kota hantu’ dari abad pertengahan bisa muncul kembali dari dasar danau di Tuscany, menurut laporan terbaru. Ini pertama kalinya desa yang runtuh terlihat lagi setelah lebih dari 25 tahun.

‘Atlantis’ Italia yang juga dikenal dengan nama Fabbriche di Careggine, dulunya merupakan kota dengan 150 penduduk, 31 rumah dan gereja batu yang kokoh. Selama ratusan tahun, kota kecil tersebut adalah surga bagi para pandai besi. Namun, pada 1946, ia bertemu dengan kejatuhannya ketika perusahaan energi Italia, Enel, membangun bendungan hidroelektrik di lembah sekitarnya.

Penduduk kota kemudian dipindahkan ke desa terdekat sementara Fabbriche di Careggine dibanjiri untuk membangun danau buatan, Danau Vagli.

Selama 75 tahun, Fabbriche di Careggine berdiam di dasar danau. Para pengunjung yang ingin melihatnya memiliki empat kesempatan untuk berjalan di antara batu-batu kuno tersebut: yakni pada 1958, 1974, 1983, dan 1994, ketika Danau Vagli dikeringkan untuk perbaikan. Dan menurut badan pariwisata setempat, ia akan dikeringkan lagi dalam waktu dekat.

Dilansir dari CNN, Lorenza Giorgi, putri mantan walikota, baru-baru ini mengatakan bahwa danau akan dikeringkan pada 2021.

Perusahaan energi Enel juga mengatakan kepada CNN bahwa mereka akan mulai membahas potensi pengeringan danau dengan pihak terkait. Baik untuk membersihkan reservoir Danau Vagli maupun meningkatkan pariwisata lokal.

Saat ini, wisata mengunjungi ‘kota hantu’ dari abad pertengahan, banyak diminati orang selama bertahun-tahun.

Ketika Danau Vagli dikeringkan pada 1994, ada sekitar 1 juta wisatawan yang mengunjungi Fabbriche di Careggine.

Dewa dan Dewi Cinta dari Berbagai Kebudayaan di Penjuru Dunia

 


“Sejak dulu beginilah cinta, penderitaannya tiada akhir,” kata Tie Pat Kai, siluman babi dalam kisah Sun Go Kong. Dia selalu saja meratapi kisah cintanya kala masih menjabat panglima sampai siluman.

Cinta kadang menjadi urusan yang tak berkesudahan dan selalu diperjuangkan. Peradaban muncul dan tenggelam, silih berganti, namun selalu memiliki benang merah tentang teladan cinta. Leluhur planet ini telah mewariskan banyak kisah kepada kita tentang upaya mereka memuja kesejatian cinta.

Simak, dewa dan dewi yang menjaga kesuburan, gairah bercinta, mengayomi kaum perempuan hingga soal persalinan.  Mereka telah bekerja keras demi asmara dan kehidupan manusia yang lebih baik di penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Eros


Putra dari pasangan dewa perang Ares dan dewi cinta Aphrodite. Eros, dewa Yunani untuk segala hasrat erotik dan daya tarik seksual, yang kerap digambarkan sebagai lelaki atletis bersayap yang memegang busur dan anak panah. Eros bisa meluncurkan anak panah emasnya yang membuat orang memiliki cinta. Seniman zaman Renaisans telah memodifikasinya sebagai anak kecil berpipi tembem yang bersayap.

Cupid

Dewa milik orang Romawi yang memiliki kesamaan dengan Eros. Cupid menginspirasi banyak perkara tentang cinta. Salah satu dari korban-korban cintanya adalah Psyche, perempuan yang hidup abadi. Karena kecantikannya, Psyche jatuh cinta kepada dirinya sendiri.


Kama


Dia adalah putra dari pasangan Dewa Wisnu dan Dewi Laksmi. Kama merupakan dewa cinta dalam tradisi Hindu, seorang pemanah muda nan tampan  yang mengendarai nuri. Kama, secara etimologi memiliki makna keinginan atau hasrat, khususnya dalam soal bercinta. Dia memiliki lima anak panah asmara yang mempunyai kemampuan menawan hati, memesona, hingga membangkitkan berahi: Madana, Mohana, Nishmarana, Murcchana, dan Niscestikarana. Sosok Kama kerap disandingkan dengan istrinya, Rati—dewi perlambang gairah dan nafsu.

Siwa

Salah satu dari tiga dewa utama Hindu. Siwa  tak sekadar terlihat sebagai pertapa, tetapi juga lambang erotisnya cinta hingga orang-orang memujanya  dalam bentuk lingga. Dia dipuja sebagai pemulih alam semesta, penghancur kejahatan, dan dewa cinta. Dia digambarkan sebagai sosok berkalung ular dan mata ketiga di dahinya, yang sedang memegang senjata trisula dan damaru (drum). Dia menikah dengan Parvati, dewi kesuburan, cinta, dan pengabdian.

Oenghus

Dia merupakan seorang dewa dalam kebudayaan rakyat Irlandia, yang diyakini menghuni dataran Newgrange, tepian Sungai Boyne. Dia dikenal sebagai dewa yang membantu siapa saja yang jatuh cinta. Dia jatuh cinta dengan angsa suci nan cantik, Caer Ibormeith. Secara etimologi, Oenghus berasal dari bahasa Proto-Celtic, oino yang bermakna “satu” dan guss yang bermakna “pilihan”. Kini, rakyat Irlandia modern menyebutnya dengan Aengus atau Aonghus.

Aphrodite

Sohor dengan kecantikannya dan perkara cintanya dengan manusia dan dewa. Dewi cinta dalam tradisi Yunani ini kerap ditemani dengan putranya, Eros. Sang dewi biasanya diungkapkan dalam sosok perawan nan cantik. Tak jarang juga, Aphrodite digambarkan telanjang karena dia merupakan simbol kesempurnaan fisik. Dia kerap disimbolkan dengan burung dara.

Venus


Awalnya dia nerupakan simbol kesuburan dan pelindung para pemilik kebun. Perkembangan berikutnya, orang-orang menyakininya sebagai simbol yang sama dengan Aphrodite. Venus adalah dewi cinta bagi kebudayaan Romawi kuno, yang dipuja ketika musim semi. Dia menjadi dewi yang paling dipuja dan disayang oleh para prajurit Romawi yang sedang merancang pertempuran. Julius Caesar pun mengklaim bahwa Venus adalah leluhurnya.


Hathor

Secara etimologi bermakna “rumah kebijaksanaan”. Dewi dalam tradisi Mesir ini kerap muncul dalam bentuk manusia dengan mahkota kepala lembu bertanduk, yang tanduknya membingkai matahari. Dialah dewi cinta, kecantikan, dan keibuan yang diyakini sebagai pelindung perempuan, pelindung pasangan kekasih, dan dewi pembuahan dan persalinan. Kadang Hathor menjadi personifikasi dari Milkyway—orang Mesir melihatnya laksana aliran susu dari lembu nirwana.

Ishtar


Dia kerap diwujudkan sebagai Planet Venus. Simbol utama lainnya adalah singa dan bintang bersudut delapan. Lantaran sosoknya yang berani dan cantik, Isthtar dipuja sebagai dewi perang, dewi kesuburan, dan dewi cinta dalam peradaban Babilonia. Kekasihnya banyak, namun hatinya tetap terpaut pada Gilgamesh, raja dalam dinasti pertama Uruk. Masyarakat yang memujanya menggelar upacara pelacuran religius. Dia dipuja sebagai Astarte di kawasan Palestina, Libanon, Yordania, Suriah, hingga Mesir. Awalnya, Ishtar merupakan Inanna merupakan dewi cinta, kesuburan, dan perang yang awalnya dipuja peradaban Mesopotamia.

Freyja       

Makna harfiahnya adalah perempuan. Perempuan kuat, cantik, dan bijak adalah istri dari Odr, dan ibu dari Hnos dan Gersemi. Dalam kisahnya, Freyja mencari suaminya yang hilang dalam peperangan. Dia pun menangis dan meneteskan air mata emas merah. Dewi dalam mitologi Skandinavia ini diistimewakan dalam kaitannya dengan cinta, seks, kecantikan, dan kesuburan. Dia memiliki banyak kekasih, termasuk raja-raja dan dewa-dewa. Masyarakat Skandinavia kuno menyebut “Gaun Freyja” untuk konstelasi gemintang Orion penanda musim dingin. Mereka juga menyebut sabuk pedang Orion dengan "Korset Freyja."

Bastet

Dia adalah dewi cinta dalam kebudayaan Mesir kuno. Namun, kemuculan pertamanya pada 5.000 tahun silam, Bastet digambarkan sebagai singa betina yang galak atau wanita dengan kepala singa betina. Kebudayaan berikutnya, sekitar 945 SM hingga 715 SM, mengubah Bastet sebagai kucing rumahan yang sensual, sehingga dia ditahbiskan sebagai dewi cinta. Kucing memang sangat dihormati dalam peradaban Mesir kuno, bahkan pemiliknya menyandangkan perhiasan emas untuknya. Kadang dia diwujudkan bersama anak-anaknya, sebagai simbol atas perannya sebagai dewi kesuburan.

Xochiquetzal


Dia merupakan dewi dalam kebudayaan Aztek, perlambang kesuburan, kecantikan, kekuatan seks perempuan, pelindung ibu muda, dan persalinan. Dari etimologinya, Xochiquetzal terdiri atas dua kata, xochitl yang bermakna “bunga” dan quetzalli yang mengacu pada “bulu ekor burung quetzal”. Xochiquetzal kerap diwujudkan sebagai wanita muda yang menawan, berbusana mewah, dan secara simbolis berhubungan dengan bunga. Mitosnya, dia membutuhkan kepuasan seksual lebih tinggi daripada yang bisa diberikan suaminya, Tlaloc.

Yue Lao


Kakek di bawah rembulan, demikian makna dari namanya. Yue  Lao, yang membawa benang merah perkawinan, diyakini sebagai dewa percomblangan atau perjodohan dalam kebudayaan Tiongkok. Kemunculannya setiap malam hanya untuk menyatukan pasangan yang sudah ditakdirkan dengan seutas benang sutra yang mengikat kaki-kaki mereka. Dia terlihat sebagai orang tua yang memegang buku pernikahan di tangan kirinya dan tongkat di tangan kanannya. Orang tua itu hidup abadi, dan dia berulang tahun pada tanggal 15 bulan kedelapan kalender Imlek.  

Semara


Dewa Semara merupakan dewa cinta dalam kebudayaan Hindu di Bali. Dia membangkitkan cinta melalui kesenangan ragawi kepada orang-orang sehingga menginginkan untuk memiliki anak. Romantika pasangan Semara dan Ratih dalam budaya Bali merupakan kisah versi lokal dari kisah Kama dan Rati di India. Ketika Siwa membinasakan Semara menjadi abu, Dewi Ratih memohon Siwa untuk membinasakan dirinya juga. Abu mereka ditebar ke penjuru Bumi sehingga merasuki di sanubari kasih dan kesetiaan setiap pasangan.

Apakah dewa dan dewi itu turun kembali ke Bumi saat sebagian warga merayakan Hari Valentine? Kita tidak tahu, namun dewa dan dewi itu senantiasa ada di jiwa setiap warga yang memuja cinta.