This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Saturday, October 1, 2022
Hantu-hantu Abad Pertengahan yang Melegenda, Datang dari Romawi
Saturday, July 2, 2022
Arkeolog Temukan Kemungkinan Manusia Purba Melakukan Hibernasi
Tuesday, May 3, 2022
Astronom Temukan Galaksi Radio Terbesar di Jarak 3 Miliar Tahun Cahaya
Secara kebetulan, tim yang dipimpin oleh mahasiswa Ph.D. Martijn Oei telah menemukan galaksi radio dengan panjang setidaknya 16 juta tahun cahaya. Sepasang gumpalan plasma adalah struktur terbesar yang dibuat oleh galaksi yang dikenal sejauh ini. Temuan ini membantah beberapa hipotesis lama tentang pertumbuhan galaksi radio.
Sebuah lubang hitam supermasif mengintai di pusat banyak galaksi, yang memperlambat kelahiran bintang-bintang baru dan karena itu sangat memengaruhi siklus hidup galaksi secara keseluruhan. Terkadang, ini mengarah ke adegan yang kacau: lubang hitam dapat menciptakan dua aliran jet, yang melontarkan bahan bangunan untuk bayi bintang keluar dari galaksi dengan kecepatan hampir kecepatan cahaya. Dalam proses kekerasan ini, debu bintang memanas sedemikian rupa sehingga larut menjadi plasma dan bersinar dalam cahaya radio.
Tim peneliti internasional dari Leiden (Belanda), Hertfortshire, Oxford (keduanya Inggris), dan Paris (Prancis) kini telah mengumpulkan cahaya itu dengan bantuan teleskop LOFAR, yang pusatnya terletak di cagar alam 'radio gelap' Belanda yang berawa, tempat ponsel cerdas Anda dapat kehilangan sinyal.
Gambar dua gumpalan plasma itu sangat istimewa, karena para ilmuwan belum pernah melihat sebelumnya struktur sebesar ini yang dibuat oleh satu galaksi. Penemuan ini menunjukkan bahwa lingkup pengaruh beberapa galaksi mencapai jauh dari lingkungan langsungnya. Seberapa jauh, tepatnya? Itu sulit ditentukan. Gambar astronomis diambil dari satu sudut pandang (Bumi), dan karena itu tidak mengandung kedalaman. Akibatnya, para ilmuwan hanya dapat mengukur sebagian dari panjang galaksi radio: perkiraan panjang total yang rendah. Tetapi bahkan batas bawah itu, lebih dari 16 juta tahun cahaya, sangat besar, dan sebanding dengan seratus Bimasakti berturut-turut.
Proses ini cukup normal. Bahkan Bimasakti memiliki lobus radio. Apa yang kita tidak benar-benar memiliki pegangan yang baik adalah mengapa, di beberapa galaksi, mereka tumbuh menjadi ukuran yang sangat besar, pada skala megaparsec. Ini disebut galaksi radio raksasa, dan contoh paling ekstrem bisa menjadi kunci untuk memahami apa yang mendorong pertumbuhan mereka.
"Jika ada karakteristik galaksi induk yang merupakan penyebab penting bagi pertumbuhan galaksi radio raksasa, maka induk galaksi radio raksasa terbesar kemungkinan besar akan memilikinya," kata Martijn Oei, penulis utama studi dari Observatorium Leiden di Belanda menjelaskan dalam makalah pracetak mereka, yang telah diterima untuk diterbitkan di Astronomy & Astrophysics, seperti yang dilansir Science Alert.
“Karena Bumi tidak menempati tempat khusus di alam semesta, sangat tidak mungkin bahwa struktur galaksi terbesar seperti itu akan berada di halaman belakang kita sendiri. Dan memang, raksasa radio itu berjarak tiga miliar tahun cahaya dari kita,” ujar Oei. “Terlepas dari jarak yang membingungkan itu, raksasa itu tampak sebesar bulan di langit, sebuah indikasi bahwa struktur itu harus memiliki rekor panjang.”
Faktanya bahwa mata radio teleskop LOFAR baru saja melihat raksasa itu, adalah karena bulu-bulunya relatif redup. Dengan memproses ulang sekumpulan gambar yang ada sedemikian rupa sehingga pola-pola halus menonjol, para ilmuwan tiba-tiba dapat melihat raksasa itu.
Para peneliti menamai struktur raksasa itu dengan nama Alcyoneus, terinspirasi dari nama putra Ouranos, dewa langit purba Yunani. Alcyoneus mitologis ini adalah raksasa yang berperang melawan Heracles dan Olympians lainnya untuk supremasi atas kosmos. Di Altar Pergamon yang terkenal di Berlin, patung Alcyoneus ini diukir.
Alcyoneus mengintai sekitar 3 miliar tahun cahaya. Gumpalan Alcyoneus mungkin mengungkapkan informasi tentang filamen yang paling sulit dipahami dari Web Cosmic.
Gumpalan galaksi ini merasakan angin sakal saat bergerak melalui medium, sehingga mengubah arah dan bentuk gumpalan. Seperti yang dilaporkan para ilmuwan, bulu-bulu itu menari dengan pasangan yang tidak terlihat.
Yaitu, bulu Alcyoneus begitu besar dan langka sehingga media di sekitarnya dapat dengan mudah membentuknya.
Namun, masih sulit dipahami apa yang membuat Alcyoneus memiliki rekor panjang. Para ilmuwan pertama kali memikirkan lubang hitam yang sangat masif, populasi bintang yang luas (dan begitu banyak debu bintang), atau aliran jet yang dahsyat. Tapi, Alcyoneus tampaknya kurang dari rata-rata dalam semua aspek ini dibandingkan dengan saudara perempuan dan laki-lakinya yang lebih kecil.
Kelak, di masa depan, para ilmuwan berencana untuk menyelidiki apakah lingkungan galaksi radio dapat menjelaskan pertumbuhan raksasa itu.
Anda dapat mempelajari hasil temuan ini di arXiv berjudul The discovery of a radio galaxy of at least 5 Mpc yang dikirim pada 11 Februari 2022 dan masih dalam tahap peer-review.
Wednesday, October 27, 2021
Kisah Orang Batak Yang Lolos Dari Kekejaman Hitler
Sahabat anehdidunia, di dalam tubuh Parlindungan Lubis, tidak setetes pun mengalir darah Yahudi. Dia Batak tulen dari Mandailing. Namun kenyataannya, dia harus mendekam selama lima tahun di kamp konsentrasi NAZI , dan masih beruntung bisa keluar dari tempat penyiksaan dan pembantaian yang sadis tiada tandingannya itu. Lubis mengisahkan pengalamannya yang luar biasa itu dalam sebuah otobiografi. Sudah agak lama beredar; namun buku tersebut masih tetap aktual sampai sekarang.

Pasalnya, dialah satu-satunya orang Indonesia yang mengalami langsung hari-hari mencekam di kamp konsentrasi Nazi. Tempat pembantaian yang mengerikan itu sengaja dibangun untuk mewujudkan impian gila Hitler, yaitu memusnahkan etnis Yahudi, kaum gay, orang-orang cacat, gipsi dan Saksi Jehovah. https://anehdidunia.com
Berikut ini Anda bisa menyimak mosaik-mosaik pengalaman Pandapotan Lubis yang sungguh dramatis itu, melalui resensi buku tersebut yang ditulis oleh Koencoro : Otobiografi Parlindoengan Loebis.

LUBIS berangkat ke Negeri Belanda untuk belajar Kedokteran, setelah lulus Kandidat I di Betawi (begitu dia menuliskannya). Semasa di Betawi, ia sempat aktif di Jong Islamieten Bond dan Jong Batak, yang kemudian bersama perhimpunan mahasiswa lain (selain Jong Java) bersatu membentuk PPPI dan Indonesia Moeda.
Di Leiden, tak lama ia direkrut Perhimpoenan Indonesia. Sepeninggal Hatta cs, PI bersifat kekirian, dengan garis Stalinis yang jelas. Sempat Lubis menjadi ketua, selama 3 tahun, dan membawa PI ke arah yang tak begitu kiri. Kerjasama dengan Partai Komunis Belanda dihentikan, lalu bekerjasama dengan Partai Sosialis (SDAP).
Kemudian PD II pecah. Mei 1940, saat Jerman bergerak ke barat, Belanda menyerah nyaris tanpa perlawanan. Dan bahkan kemudian kehidupan masih tampak normal dalam pendudukan Jerman. Sebelum serangan Jerman pun, partai NSB yang pro Jerman pernah memperoleh suara cukup besar (separuh suara) dari rakyat Belanda. https://anehdidunia.com
Selama pendudukan Jerman ini, Lubis sempat menyelesaikan kuliah di Leiden, lalu menikah di Haarlem, menjajagi bekerja di Utrecht, dan akhirnya membuka praktek di Amsterdam. Tapi kemudian, 26 Juni 1941, dua orang reserse Belanda menjemputnya. Loebis dipenjarakan, dan kemudian dipindahkan ke Kamp Konsentrasi. (Baru pada tahun 1945, Loebis mengetahui alasan penahanannya:
Lubis kemudian dipindahkan ke Kamp Buchenwald di Jerman. Di sini Lubis mulai kehilangan harapan untuk dibebaskan, kecuali perang berakhir dengan kekalahan Jerman. Ia memutuskan untuk hidup secara efisien dan tanpa hati, untuk bertahan hidup selama mungkin. Di Buchenwald, mereka membuka hutan di pegunungan berkabut, memecah batu, membuat barak, saluran air, listrik, bengkel, dll, selama 7 hari seminggu, 14 jam sehari. Tawanan sering dipukuli, bahkan hingga mati. Tawanan yang mengobrol ditembak.
Namun kemudian Lubis dipindahkan lagi, pada Oktober 1942, ke Sachsenhausen, ke instalasi pabrik pesawat perang Heinkel. Di sini situasi lebih baik. Kamp lebih difokuskan pada pekerjaan teknis, biarpun kekejaman masih berlangsung, dan menyita nyawa manusia segala bangsa di sana. Kali ini, dia ditugaskan sebagai dokter kamp, sehingga tugasnya lebih ringan. Lubis jarang mengulas tentang Yahudi. Ia beralasan bahwa barangkali para Yahudi dipisahkan, dan ditempatkan di kamp tersendiri. Atau barangkali … entahlah. Saat akhirnya pasukan sekutu berhasil masuk ke Jerman, Kamp kacau. https://anehdidunia.com
Para tawanan dan penjaga membentuk barisan tak teratur yang terus bergerak ke barat. Tawanan yang keluar barisan langsung ditembak di belakang kepala. Tapi banyak juga penjaga yang juga lari memisahkan diri. Mereka akhirnya berhenti di kampung Grabouw. Sempat barisan dari kamp lain bergabung. Dan akhirnya tentara Russia masuk juga ke kampung itu. Mereka resmi lepas dari tawanan. Tapi perlu waktu untuk memulihkan diri, dan mencari cara untuk lepas dari kawasan Russia, menyeberangi sungai Elbe, masuk ke kawasan Sekutu Barat, dan akhirnya kembali ke Belanda dengan kereta ke Maastricht, lalu naik mobil ke keluarganya di Amsterdam.
Namun, nun di timur, kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, dan pada akhir 1945, berita itu mulai terdengar masyarakat Indonesia di Belanda. Lubis dkk langsung menyatakan diri bagian dari Republik Indonesia yang merdeka, dan kekikukan kemudian terjadi lagi. Sempat ada Kongres Pemuda Demokrat Sedunia di Cekoslovakia, dan Loebis ingin menghadiri kongres ini, atas nama Indonesia. Tentu Belanda tak memberikan pass, tetapi atas bantuan Inggris, dia bisa berangkat.
Sambutan untuk Indonesia amat meriah, membuat berang para pemuda Belanda. Lubis kembali ke Belanda menumpang tim Belgia. Pemerintah Belanda akhirnya memperbolehkan orang Indonesia kembali ke negerinya. Namun dengan status sebagai NICA. Banyak yang mengira bahwa ini adalah support yang baik, karena tidak menyadari bahwa NICA justru memusuhi Pemerintah Indonesia Merdeka. Lubis sempat menyadari, dan memberi peringatan kepada lainnya.
Namun saat ia bertolak pulang, ia diberi juga pangkat Mayor NICA, yang tentu ia tolak. Ia mengambil status sebagai dokter kapal, dan dalam status itu sempat menyelundupkan Dr Setia Boedi (Douwes Dekker) kembali ke Indonesia. Di Indonesia, Lubis meneruskan karir sebagai dokter, dan menolak berpolitik. Bekerja sebagai dokter di PT Timah, Belitung. Zaman kaum komunis Indonesia bangkit, Lubis difitnah dan dipensiunkan dini, karena dianggap tak mau mendukung kaum komunis. Tapi ia tetap tinggal di Belitung. Saat istrinya meninggal, baru ia pindah ke Jakarta. Lubis meninggal di ujung tahun 1994, nyaris tanpa perhatian dari bangsa kita.










