About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Missing Link. Show all posts
Showing posts with label Missing Link. Show all posts

Friday, October 28, 2022

Spesies Ikan yang Jalan di Dasar Laut Ini Telah Punah, Bagaimana Nasib 'Sepupu'-nya?


 Pertama kali dalam sejarah modern spesies ikan laut telah dinyatakan punah. Penghuni dasar perairan dangkal dengan sirip runcung dan tonjolan seperti duri di dahi bernama Sympterichthys unipennis atau handfish halus belum terlihat lagi sejak 1802, ketika ahli biologi Prancis bernama François Péron menyendoknya di dekat pantai Tasmania untuk dibawa ke Museum Sejarah Alam Paris.

Tidak ada handfish mulus yang pernah terlihat lagi meskipun pencarian ekstensif selama bertahun-tahun dilakukan. Melihat hal itu, pada bulan Mei lalu, International Union for the Concervation of Nature (IUCN) mendaftarkannya secara resmi sebagai hewan punah.

Namun, tiga belas spesies handfish lainnya mungkin masih ada, meski tujuh di antaranya belum terlihat sejak tahun 2000. 

Hilangnya ikan handfish halus menyoroti betapa sensitifnya famili ikan itu terhadap gangguan lingkungan seperti perubahan iklim, perusakan habitat, dan polusi. 

Para ilmuwan mengatakan bahwa ini ialah peringatan untuk segala kemungkinan yang terjadi pada spesies handfish dan lainnya yang rentan terlokalisasi.

“Mereka adalah burung kenari di tambang batu bara,” kata Neville Barrett, ahli ikan di Institut Studi Kelautan dan Antartika Tasmania, dilansir dari laman National Geographic.


“Jika Anda belum pernah melihat ikan handfish sebelumnya, bayangkan mencelupkan katak ke dalam cat berwarna cerah, menceritakan kisah sedih, dan memaksanya memakai sarung tangan dua kali ukuran yang lebih besar,” deskripsi tentang ikan tersebut yang disampaikan oleh Handfish Conversation Project.

Kebanyakan handfish diyakini hanya hidup di laut sekitar Tasmania. Bahkan di dalam perairan tersebut, setiap spesies hanya ditemukan di sejumlah kecil lokasi.

Biasanya, handfish tidak menyebar ke jarak yang jauh. Tidak bergerak luas seperti banyak jenis ikan lainya.

“Mereka memiliki strategi bekerja yang sangat baik dalam lingkungan stabil,” kata Barrett.

Thursday, October 27, 2022

Ilmuwan: Satelit Jupiter Menjadi Lokasi Terbaik Mencari Kehidupan di Tata Surya


 Satelit Jupiter, Europa, yang penuh es, dianggap menjadi tempat paling menarik bagi para ilmuwan untuk menyelidiki kehidupan di Tata Surya. Di bawah kerak esnya, terdapat lautan cairan dan geiser yang muncul dari celah permukaan bekunya. Fakta ini pun menimbulkan pertanyaan di antara para peneliti: mungkinkah ada kehidupan di sana?

Sebuah penelitian terbaru menyatakan, lautan menjadi salah satu ciri utama bahwa tempat tersebut layak huni. Apakah ada kehidupan di sana atau tidak, masih belum pasti.

Dipresentasikan pada Virtual 2020 Goldschmidt Geochemistry Conferense, para ilmuwan mencoba melihat kemungkinan asal usul dan komposisi lautan Europa.

Berdasarkan data dari teleskop Hubble dan Galileo, tim peneliti yakin bahwa panas di bagian dalam Europa memecah sejumlah mineral sehingga memungkinkan terbentuknya air yang kaya akan berbagai zat seperti karbon dioksida, kalsium, dan sulfat. Menurut para peneliti, perairan ini berevolusi dan berubah menjadi lautan seperti yang ada di Bumi.

“Memang, kemungkinan lautan di Europa berisi belerang. Namun, hasil simulasi kami, ditambah dengan data dari teleskop luar angkasa Hubble, menunjukkan adanya klorida di permukaan Europa—kemungkinan airnya kaya akan klorida yang komposisinya kurang lebih seperti lautan di Bumi. Kami yakin lautan ini layak dihuni kehidupan,” ungkap Mohit Melwani Daswani, pemimpin penelitian dari Jet Propulsion Laboratory NASA.

Studi ini melakukan pemodelan sesuai komposisi, sifat fisik, dan lapisan berbatu Europa. Mencoba menyimulasikan suhu, kedalaman air, serta molekul lainnya dari batuan.

“Europa merupakan salah satu peluang terbaik kami untuk menemukan kehidupan di Tata Surya. Misi NASA, Europa Clipper, akan diluncurkan dalam beberapa tahun mendatang dan penelitian kami bertujuan untuk mempersiapkan misi yang menyelidiki apakah satelit tersebut layak huni,” kata Daswani.

“Hasil pemodelan ini membuat kita berpikir bahwa lautan di satelit lainnya seperti Ganymede atau Titan milik Saturnus, mungkin juga terbentuk oleh proses serupa. Meski begitu, kami masih perlu memahami beberapa poin, seperti bagaimana cairan bermigrasi melalui interior Europa yang berbatu,” pungkasnya.

Sunday, October 23, 2022

Spionase, Peta Rahasia, dan Pencarian Kekuasaan di Eropa Abad Ke-16


Pengetahuan adalah kekuatan. Tidak ada pengetahuan yang lebih didambakan oleh bangsa-bangsa Eropa pada abad 16 selain informasi yang terekam di peta-peta bahari. Pesisir, pelabuhan, sungai, sumber daya: Detil-detil mengenai fitur-fitur yang dapat memberikan keuntungan untuk merebut wilayah baru.

“Cantino Planisphere,” yang diselesaikan pada 1502 adalah grafik kedua yang diketahui mengenai Dunia Baru. Grafik itu meliputi informasi mengenai jalur perdagangan portugis dan penemuan yang sedang berlangsung di pesisir Brazil. Pada saat pengetahuan mengenai teritori baru memberikan bangsa-bangsa keunggulan dalam strategi dan perdagangan, peta-peta semacam ini dilindungi sebagai bagian dari rahasia negara. Mata-mata akan melakukan apa saja untuk mendapatkan peta-peta tersebut.

Terdiri atas enam bagian perkamen yang terlampir di kanvas besar sekitar dua meter persegi, “Cantino Planisphere” dibuat di Lisbon. Istilah “planisphere” sendiri berarti bidang datar yang biasanya digunakan untuk menjelaskan grafik bintang-bintang.

Peta itu dinamakan atas pencapaian Alberto Cantino, yang bekerja di Portugal sebagai agen terselubung pada Ercole I d’Este, seorang Adipati dari Ferrara, negara-kota yang kuat di sebelah utara Italia.

Catatan-catatan sejarah memiliki pandangan berbeda dalam bagaimana Cantino mendapatkan peta tersebut. Menurut salah satu catatan, Ia menyewa seorang pembuat peta yang memiliki koneksi untuk menyelinap ke dalam gudang peta bahari Portugis untuk mengompilasikan informasi yang dapat diperoleh dalam pembuatan peta ini.

Sejarawan lain berpendapat, peta ini sudah ada sebelumnya, dan Cantino menggunakan kekayaan Ferrara untuk membelinya. Bagaimanapun cara Cantino mendapatkan petanya, semua catatan menunjukkan bahwa Cantino membayar mahal untuk itu. 12 emas ducats, jumlah yang besar pada saat itu.

Menyatukan semua

Para pembuat peta zaman ini dihadapkan dengan tugas kolosan: untuk menyatukan sumber ekstensif lisan dan tulisan ke dalam sebuah gambar. Dibuat satu atau dua tahun sebelum peta Cantino, penggambaran awal Dunia Baru dibuat oleh Juan de la Cosa, seorang kolega Christoper Colombus. Kedua peta mengungkap tantangan besar dari Dunia Baru kepada para pembuat peta, yang masih mengandalkan tradisi lama kartografis.


Navigasi trans-atlantik, tentunya, menyisakan garis pesisir belakangan, dan peta Cantino memberikan kesaksian penting terhadap kartografi: sebuah transisi menuju astronavigasi. Peta yang pertama meliputi garis ekuator, tropis, lingkaran artik, “Cantino Planisphere” juga merupakan peta pertama yang menunjukkan “garis Tordesillas”, melintang dari utara ke selatan, yang menentukan perbatasan antara teritori Spanyol dengan Portugis. Portugal mengklaim daratan di sebelah timur garis dan Spanyol di sebelah barat.

Kekayaan informasi

“Cantino Planisphere” merefleksikan usaha-usaha dalam membuat peta dengan kepentingan politik, budaya, dan informasi ekonomi. Ilustrasi mengenai alam liar setempat juga muncul di peta tersebut: Beo Kelabu Senegal di Afrika barat sampai Makau penuh warna di Amerika Selatan. Landmark kolonial juga tertera di Afrika Barat, seperti kastil Sao Jorge da Mina, yang dibangun pada era 1480-an oleh John II dari Portugal, yang kemudian berkembang penjadi portal perdagangan yang penting di Afrika.

Perjalanan para penjelajah Eropa pada abad 15 hingga 16 tergambar di peta Cantino, termasuk percobaan pertama Vasco da Gama dalam pencarian rute perairan menuju India (1479-1499) dan “penemuan” pesisir Brazil oleh Pedro Alvares Cabral (walaupun beberapa sejarawan berpendapat bahwa Spaniard Vicente Yanez Pinzon tiba di sana lebih dahulu). Informasi yang dikumpulkan oleh perjalanan Colombus ke India Barat juga terlihat di peta ini, termasuk pesisir pantai yang diketahui sebagai Venezuela saat ini.

itu adalah peta yang menamakan Antilles, kepulauan yang meliputi Kuba, Puerto Rico, Jamaika, Haiti, dana Republik Dominika. Semenanjung utara Kuba diperkirakan oleh beberapa sejarawan sebagai Florida meskipun Juan Ponce de Leon diakui sebagai penemunya, 11 tahun setelah peta planisphere dibuat.

Sesuai untuk menjadi dokumen kronik dari pelayaran, peta planisphere akan menjadi serial perjalanan berbahaya setelah Cantino mendapatkannya. Pada 1592, peta itu dibawa dari Ferrara ke kota Modena, Italia. Sampai saat ini, meskipun kontennya telah kadaluarsa, peta tersebut masih dianggap sangat berharga.

Pada pertengahan abad 19, peta planisphere dicuri, dan ditemukan beberapa tahun kemudian menggantung di dinding sebuah toko daging di kota tadi. Saat ini peta itu dikonservasikan dalam koleksi Galleria Estense di Modena, sebagai sebuah peringatan upaya-upaya pertama bangsa Eropa untuk merekam dunia yang ingin mereka ketahui.

Tuesday, October 18, 2022

6 Dewa Yunani Homoseksual, Zeus Jatuh Cinta dengan Remaja Pria


Toleransi sering disajikan sebagai tanda kemajuan peradaban. Namun, mitologi Yunani telah mengungkapkan penerimaan yang lebih besar terhadap homoseksualitas di Athena kuno daripada yang terjadi dalam agama-agama dunia saat ini. Dewa Yunani yang penyuka sesama jenis alias LGBT ini membuktikan budaya gay bukanlah penemuan modern. Lalu, siapa saja Dewa penyuka sesama jenis?

Zeus

Zeus terkenal memilih Ganymede, fana muda untuk melayani sebagai juru minumannya di Gunung Olympus. Hubungan tersebut memberikan dasar dari kebiasaan paiderastia, praktik pria Yunani pada saat itu mempertahankan hubungan erotis dengan remaja laki-laki di sampingnya. Ganymede merupakan remaja pria tampan yang berasal dari Troya.

Apollo

Apollo adalah Dewa matahari pernah menjalin kasih dengan berbagai kalangan mulai dari peri, manusia, manusia setengah dewa. Terkenal karena romannya yang tragis, banyak di antaranya dengan pria. Diantaranya yang terkenal ialah kisahnya dengan Hyacinthus dan Kyparissos.

Hyacinthus adalah pangeran Sparta dan pemuda yang sangat tampan. Namun dewa angin Zephyrus dan Boreas, dan Thamyris fana juga menginginkan Hyacinthus. Apollo dan Hyacinthus sering berburu dan berolahraga bersama. Pada suatu hari keduanya melakukan lempar cakram, namun cakram yang dilempar Apollo terkena kekasihnya. Cakram tersebut bisa mengenai Hyacinthus akibat Zefiros yang cemburu pada hubungan keduanya.

Kisah Kyparissos adalah kisah yang lebih pendek, tetapi tidak kalah tragis. Kyparissos diberi rusa peliharaan oleh Apollo. Namun saat berburu, Kyparissos tidak sengaja membunuhnya. Dia begitu diliputi oleh kesedihan sehingga dia memohon kepada Apollo untuk diubah menjadi pohon cemara.

Hermes

Hermes merupakan dewa pembawa pesan. Dia jatuh cinta dengan 3 laki-laki yaitu Amphion, Perseus dan Crocus. Namun diantara ketiganya, Crocus lah kesayangan Hermes. Namun sayangnya, kisahnya berakhir tragis. Hampir mirip dengan kisah Hyacinthus, Crocus mati akibat cakram yang dilemparkan oleh Hermes. Merasa bersalah, Hermes mengubah kekasihnya menjadi bunga indah.

Utusan dewa bertumit sayap dikatakan dalam beberapa mitos memiliki kekasih laki-laki. Dalam variasi mitos Hyacinth, kekasih Hermes, Crocus yang dibunuh oleh cakram yang dilemparkan oleh dewa sebelum diubah menjadi bunga.

Poseidon

Dewa berikutnya yang juga jatuh cinta dengan sesama jenis adalah Poseidon, sang dewa lautan. Tercatat ada 2 laki-laki yang pernah menjalin hubungan, Nerites dan Pelops. Dia adalah anak dari raja Tantalus, dari Sypilus. Namun tubuhnya dipotong-potong oleh sang ayah untuk dihidangkan kepada dewa dewi Olympia. Ketahuan, Tantalus dihukum, sementara Pelops dibangkitkan kembali.

Dari sini lah, Poseidon jatuh cinta. Namun Pelops membuat ulah dengan mencuri makanan hingga Zeus marah dan membuangnya dari Olympus.

Dionysus

Paling dikenal sebagai dewa anggur Yunani, Dionysus juga dewa interseks dan transgender. Pria pecinta dewa termasuk satir Ampelos dan Adonis yang terkenal tampan. Selain itu, Dionysus juga memiliki kisah cinta dengan sang gembala Prosymnus. Awalnya, sang dewa melakukan perjalanan menuju Hades dengan dipandu oleh Prosymnus, yang memimpin jalan. Sebagai imbalan, Prosymnus meminta kesempatan untuk bercinta dengan sang anggur. Ketika Prosymnus meninggal sebelum kesepakatan itu tercapai, dewa menciptakan lingga kayu untuk memenuhi janji secara ritual, menurut penelitian oleh sejumlah sejarawan Kristen, termasuk Hyginus dan Arnobius.

Pan

Pan adalah dewa musik. Pan juga dikenal sebagai dewa alam liar, hewan ternak dan pemburu. Pan sangat menyukai hubungan seks tanpa memandang jenis kelamin, bahkan dengan makhluk apa pun. Nama Pan ini disebut-sebut sebagai asal usul istilah panseksual, yakni ketertarikan kepada orang lain tanpa melihat identitas gender atau jenis kelamin. Panseksual dalam bahasa Yunani berarti semua. Orang yang panseksual bisa jatuh cinta pada laki-laki, perempuan, transgender, biseksual, homoseksual. Wujud dewa ini berbeda dengan yang lain karena penampilannya yang setengah manusia dan setengah kambing.

Saturday, October 15, 2022

Mengapa Makam Keturunan Bangsa Viking Bisa Ditemukan di Italia?


Sepuluh makam yang berada di dekat gereja abad pertengahan di Sisilia, Italia, mengarahkan kepada penemuan langka: sisa-sisa tulang keturunan bangsa Viking.

Para arkeolog menemukan pemakaman berusia 800 tahun di dekat gereja San Michele del Golvo. Orang-orang yang dikubur kemungkinan adalah bangsa Norman, kelompok yang berkembang ketika Viking menetap di utara Prancis dan mendirikan kadipaten mereka sendiri.

“Tidak diragukan lagi, beberapa mayat yang dimakamkan di sana adalah anggota elit atau pendeta, dilihat dari bentuk kuburannya,” kata Sławomir Moździoch, pemimpin penggalian dan arkeolog di Institute of Archaeology and Ethnology of the Polish Academy of Sciences.

Setelah meneliti sepuluh makam tersebut, Moździoch dan rekannya menyatakan bahwa tiga di antaranya merupakan milik seorang wanita dan dua anak-anak.

Tidak ada barang yang ditemukan dalam makam. Namun, pemeriksaan visual yang dilakukan antropolog, membantu tim menemukan fakta bahwa kerangka tersebut berasal dari Eropa Barat – kemungkinan adalah bangsa Norman dari utara Prancis.

“Berdasarkan keterangan antropolog lokal, ketinggian dan lebar kerangka yang terkubur di sana sesuai dengan ciri-ciri bangsa tersebut,” imbuhnya.

Lalu bagaimana mereka bisa berakhir di Italia?

Menurut Encyclopedia Britannica, bangsa Norman menjalankan beberapa ekspedisi ke selatan Italia dan Sisilia. Juga Inggris, Skotlandia, dan Irlandia.

“Di pertengahan abad 11, pulau Sisilia direbut kembali dari bangsa Arab oleh bangsawan Norman, Roger de Hauteville,” tutur Moździoch.

 “Bentuk dan arsitektur gereja memiliki kekhasan Eropa Barat. Ini mengindikasikan pembuat dan penggunanya berasal dari Normandia dan utara peninsula Apennine,” pungkasnya.  

Monday, October 10, 2022

Arkeolog Temukan Terowongan Rahasia di Bawah Kuil Suku Maya Kuno


Arkeolog menemukan jalan tersembunyi di bawah kuil peninggalan peradaban Maya yang berusia 1.000 tahun. Terowongan tersebut ditemukan di bawah piramida Kulkulkan, yang merupakan bagian dari situs arkeologi Chichen Itza di Yukatan, Meksiko.

Para ahli menduga, terowongan tersebut mengarah ke lubang air alami atau lebih umum dikenal sebagai cenote, yang ditemukan di bawah kuil pada tahun 2015.

Cenote terbentuk ketika lapisan batuan kapur runtuh, sehingga mengungkap air tanah di bawahnya. Beberapa cenote tersebut diduga telah digunakan oleh masyarakat Maya kuno sebagai tempat pengorbanan manusia. Pasalnya, dalam ekspedisi terakhir, para peneliti menemukan tulang belulang manusia di cenote-cenote lain di bawah Chichen Itza.

Para peneliti dari Great Mayan Aquifer Project yang dipimpin oleh arkeolog bawah air Guellermo de Anda, menemukan terowongan tersembunyi itu dengan menggunakan teknik pencitraan canggih. 

Mereka menggunakan radar berbentuk lidar penetrasi darat untuk mengirim sinyal elektromagnetik melalui dinding dan elemen arsitektural lain dari piramida dan sekitarnya, untuk memetakan bangunan utama di bawah tanah dalam bentuk 3D.

Tim tersebut menemukan pintu masuk yang potensial di dalam kamar pemakaman kecil yang disebut osuarium. Para peneliti telah menjelajahi area tersebut selama enam bulan terakhir. Mereka yakin, pintu masuk itu telah disegel oleh para penduduk Maya kuno.

"Melalui osuarium, kita bisa memasuki gua di bawah bangunan kuil, dan di sana kami menemukan jalan yang terblokir, kemungkinan ditutup oleh bangsa Maya kuno sendiri. Kami akan mencoba membukanya untuk melihat apakah jalur ini akan mengarahkan kita ke pintu masuk cenote di bawah kuil," ujar De Anda kepada El Universal.

Sejauh ini, mereka tahu terowongan itu ada, tapi mereka berharap bisa menemukan jalan masuk ke terowongan dan berharap bisa menjelajahinya secara fisik.

"Pertama, kami ingin membuktikan keberadaannya karena belum ada seorangpun yang melihatnya. Kami hanya memiliki gambar-gambar, maka kami harus menjelajahinya," ujar De Anda.

Para periset berharap, jalur rahasia tersebut akan mengungkapkan \'geografi suci\' situs tersebut beserta rincian baru tentang kepercayaan kuno suku Maya.

Thursday, October 6, 2022

Kehidupan di Planet Alien Mungkin Mirip Bumi


Di tahun 1980-an, wahana Galileo terbang melintasi Bumi ketika menuju Jupiter. Dari terbang lintas itu, kita punya kesempatan unik untuk menggunakan alat yang keren untuk melihat dan mengenali ciri-ciri kehidupan dari planet kita sendiri di Bumi. Ciri yang juga tampak pada kehidupan di planet lain.

Ketika Wahana Galileo sedang mengamati Bumi, ada beberapa ciri kehidupan yang bisa dikenali. Area padang rumput dan hutan yang ada di Bumi ini rupanya menyerap lebih banyak cahaya tampak (yang bisa dilihat mata). Ternyata, tumbuh-tumbuhan menyerap cahaya dan mengubahnya jadi energi untuk bisa bertahan hidup.

Tapi, ada juga tipe cahaya yang tidak diserap tumbuhan seperti cahaya inframerah (yang tidak bisa dilihat oleh mata kita). Ini ada hubungannya dengan lokasi tumbuhan yang pertama di Bumi. Jadi, tumbuhan prasejarah atau tumbuhan yang pertama di Bumi itu bertumbuh di dasar laut.

Air laut biasanya dengan cepat menyerap cahaya inframerah, sehingga cahaya tampak bisa masuk jauh ke dalam lautan. Karena itu, tumbuhan prasejarah itu berevolusi untuk bisa bertahan hidup dengan cahaya tampak yang mencapai dasar laut – salah satu ciri agar bisa selamat sampai sekarang.

Bagaimana dengan planet lain?

Bintang yang paling umum ditemukan di alam semesta adalah bintang katai merah. Karena itu, ketika mencari kehidupan lain di luar Bumi, para astronom seringkali mencari di planet yang mengitari bintang katai merah. Bintang katai merah  lebih kecil (0,5 – 1 massa Matahari) dan lebih dingin (~3000K) dari Matahari. Sebagian besar cahaya yang dipancarkan bintang katai merah adalah cahaya inframerah. Hal ini membuat para ilmuwan berpikir kalau hutan dan padang rumput di planet yang mengorbit bintang katai merah akan menyerap lebih banyak cahaya inframerah untuk fotosintesis dibanding tumbuhan di Bumi.

Tapi sepertinya tidak demikian. Jika tumbuhan di planet lain pertama kali bertumbuh di dasar laut dan tumbuhan tidak bisa menerima cahaya inframerah, maka tumbuhan akan mirip dengan yang ada di Bumi. Karena jika fototrof atau organisme yang melakukan fotosintesis di planet lain memanfaatkan inframerah seperti dugaan awal, maka fototrof akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi saat berevolusi dari air ke darat.

Artinya, ada kemungkinan untuk bisa melihat ciri tumbuhan di planet lain, yang ciri-cirinya sangat kita kenal.

Fakta menarik

Tumbuhan pertama di Bumi memulai kehidupannya di Bumi sekitar 3 miliar tahun yang lalu. Saat ini, tumbuhan sudah berevolusi dan kita mengenal sekitar 400000 jenis tumbuhan di Bumi, mulai dari yang sangat kecil seperti bibit sampai pohon yang menjulang tinggi. Jauh lebih besar dari makhluk hidup lain yang ada di Bumi.

Fosil Kungkang Purba Raksasa Ditemukan di Gua Bawah Air


Hutan Yucatán di Meksiko tidaklah dikenal sebagai tempat yang “kaya” akan penemuan fosil. Lingkungan yang lembab telah menghancurkan sebagian besar jejak tulang binatang yang tinggal di area tersebut selama ribuan tahun. Namun, ada satu tempat yang menyimpan “harta tersembunyi” yang tak terduga, yaitu di dalam gua.

Setela menyelam sejauh 100 kaki di sebuah gua batu kapur pada tahun 2009, penjelajah gua bawah air, Vicente Fito, menemukan sebuah fosil kungkang dengan kondisi yang masih sangat baik. Baru-baru ini, temuan tersebut dikonfirmasi sebagai ilmu pengetahuan yang belum pernah diketahui sebelumnya. Bersama National Institute of Anthropology and History in Mexico, Fito menyimpan dan memelihara tulang-belulang tersebut.

Spesies baru kungkang, yang disebut Xibalbaonyx oviceps, direpresentasikan oleh tengkorak yang nyaris sempurna dan banyak tulang lainnya. Kungkang tersebut diprediksi mati di gua saat permukaan laut lebih rendah dan ia pun mengering. Kerangka yang sudah kering itu terjaga dengan baik di dalam gua yang menaungi selama 10.000 tahun, karena tidak pernah terjamah oleh siapapun selama ribuan tahun.

Peneliti tidak begitu yakin seberapa besar Xibalbaonyx, meskipun diprediksi sekitar 500 pon. Kungkang telah mengalami serangkaian perubahan ukuran tubuh selama sejarah evolusioner mereka, mulai dari kungkang modern dua kaki dengan berat 10 pon hingga kungkang tanah raksasa asli Amerika Utara yang telah punah—yang bernama Megalonyx jeffersonii—dengan berat lebih dari 2.000 pon.

Fosil kungkang tertua yang pernah ditemukan yaitu fosil berusia sekitar 9 juta tahun dan ditemukan di Argentina. Penemuan baru ini menunjukkan bahwa kungkang raksasa menyebar ke seluruh Karibia sebelum 11.000 tahun yang lalu. Meksiko diprediksi sebagai jalur utamanya menuju Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Tuesday, October 4, 2022

Tatkala Mesopotamia Temukan Roda, Teknologi Kuno yang Mengubah Dunia


Akibat perkembangan teknologi yang begitu pesat modern ini, sering kali kita menganggap remeh teknologi-teknologi yang bersifat kuno dan sederhana, tetapi sebenarnya telah mengubah dunia. Salah satunya adalah roda.

Lihatlah sekeliling, penggunaan roda ada di mana-mana, baik itu sebagai ban, atau dalam mesin sehari-hari.

Orang mungkin tergoda untuk berpikir bahwa roda hanyalah penemuan sederhana atau bahkan primitif dibandingkan dengan beberapa penemuan seperti gawai mewah yang kita miliki saat ini.

"Roda tertua yang diketahui ditemukan dalam penggalian arkeologis berasal dari peradaban Mesopotamia," tulis Wu Mingren kepada Ancient Origins dalam artikel berjudul "The revolutionary invention of the wheel" yang terbit 2 Juni 2014.

"Penemuan roda itu diperkirakan berasal sekitar 3500 SM silam," imbuhnya. Periode ini dikenal sebagai Zaman Perunggu. Pada periode ini, manusia sudah menanam tanaman, menggembalakan hewan peliharaan, dan memiliki beberapa bentuk hierarki sosial.

Salah satu alasan mengapa roda ditemukan hanya pada titik ini dalam sejarah adalah karena fakta bahwa perkakas logam yang diperlukan untuk memahat lubang dan as roda yang pas terdapat di peradaban Mesopotamia.

"Hal ini mengarah ke alasan berikutnya—roda bukan hanya silinder yang menggelinding di tepinya," tambahnya lagi. Roda Mesopotamia adalah silinder yang terhubung ke platform stasioner yang stabil.

Konsep wheel-axle ini merupakan langkah jenius, tetapi membuatnya memiliki tantangan tersendiri. Ujung poros, serta lubang di tengah roda harus hampir mulus dan bulat sempurna untuk membuatnya bekerja optimal.

Jika fungsi roda gagal mencapai tantangan ini akan mengakibatkan terlalu banyak gesekan antara komponen-komponen ini, dan roda tidak akan berputar.

Meskipun gandar harus pas pada lubang roda, mereka harus memiliki cukup ruang untuk memungkinkan mereka berputar dengan bebas dan lancar. Dengan kata lain, poros roda dibuat agak berongga untuk memungkinkannya berputar dan tidak kesat.

Mengingat kompleksitas kombinasi roda-poros, tidak mengherankan bahwa masyarakat kuno meciptakan roda pada awalnya bukan untuk tujuan transportasi. Sebaliknya, roda telah diklaim pertama kali digunakan oleh pengangkut dan pembuat tembikar.

Setelah perkembangan unsur elemen dalam roda yang sempurna dan menguat, sekira 300 tahun kemudian, penggunaan roda mulai beralih untuk moda transportasi dan mobilitas masyarakat kuno.

Meskipun roda tertua di dunia pertama kali ditemukan di Mesopotamia, gambar paling awal dari gerobak beroda sudah ditemukan di Polandia dan di tempat lainnya di kawasan stepa Eurasia.

Roda Rawa Ljubljana adalah gambaran roda kayu yang ditemukan di ibu kota Slovenia pada tahun 2002 dan diperkirakan berasal dari tahun 3150 SM. Meskipun Mesopotamia memiliki roda tertua yang diketahui, bukti linguistik digunakan untuk mendukung klaim bahwa roda berasal dari stepa Eurasia.

Meskipun roda telah merevolusi cara manusia purba melakukan perjalanan dan mengangkut barang dari satu tempat ke tempat lain, kala itu roda bukanlah penemuan yang sempurna.

Masyarakat kuno lebih senang menggunakan unta sebagai alat pengangkut yang efisien. Namun, meski unta lebih masif digunakan pada zaman kuno di Mesir, roda menjadi penemuan kuno paling visioner sepanjang sejarah.

Hari ini, roda telah mengubah dunia dengan menjelma sebagai teknologi yang mempermudah aktivitas manusia di seluruh dunia, bahkan menjadi elemen moda transportasi tercepat di dunia sekalipun. Roda jugalah yang berperan meningkatkan mobilitas manusia ke seluruh dunia.


Penggalian arkeologi di samping Tembok Barat Yerusalem txxxxxxxxxxelah mengungkap sejarah ribuan tahun kota kuno. Termasuk dalam temuan itu vila berusia 2.000 tahun, tembok ratapan hingga pemandian kuno Romawi dan saluran air yang dipasang selama periode Kesultanan Utsmaniyah.

Seperti diketahui, Tembok Barat adalah salah satu situs paling suci dalam Yudaisme dan dikunjungi oleh jutaan pemuja dan turis setiap tahun. Tetapi pengunjung biasanya harus menuruni 142 anak tangga atau membuat jalan memutar yang panjang di sekitar tembok kota untuk mencapai tempat suci.

Izin diberikan kepada perusahaan pengembangan pada tahun 2017. Mereka membangun dua elevator untuk akses penyandang cacat yang lebih baik, perusahaan membuat penurunan 85 kaki (26 meter) di samping tangga yang ada di tepi Kawasan Yahudi Kota Tua. Para arkeolog mulai menggali area kecil di 2019.

"Kami benar-benar diberi kesempatan luar biasa untuk menggali sebidang tanah yang tidak terganggu di dalam Kota Tua, yang saat ini sangat langka," kata Michal Haber, seorang arkeolog di Hebrew University of Jerusalem yang ikut serta dalam penggalian, kepada Live Science.

"Dan dengan demikian menggali semua lapisan di bawah kota yang hidup dan aktif, dalam semua kerumitan dan perjuangannya, baik masa lalu. dan sekarang."

Penggalian arkeologi berakhir beberapa bulan yang lalu, setelah penemuan struktur dan artefak dari setidaknya lima fase berbeda dari sejarah kota kuno yang luas. Persyaratan hukum, bagaimanapun, berarti bahwa elevator tidak akan mulai beroperasi di samping ujung barat daya Western Wall Plaza hingga tahun 2025.

Penggalian arkeologi di samping Tembok Barat Yerusalem telah mengungkap sejarah ribuan tahun kota kuno. Termasuk dalam temuan itu vila berusia 2.000 tahun, tembok ratapan hingga pemandian kuno Romawi dan saluran air yang dipasang selama periode Kesultanan Utsmaniyah.

Seperti diketahui, Tembok Barat adalah salah satu situs paling suci dalam Yudaisme dan dikunjungi oleh jutaan pemuja dan turis setiap tahun. Tetapi pengunjung biasanya harus menuruni 142 anak tangga atau membuat jalan memutar yang panjang di sekitar tembok kota untuk mencapai tempat suci.

Izin diberikan kepada perusahaan pengembangan pada tahun 2017. Mereka membangun dua elevator untuk akses penyandang cacat yang lebih baik, perusahaan membuat penurunan 85 kaki (26 meter) di samping tangga yang ada di tepi Kawasan Yahudi Kota Tua. Para arkeolog mulai menggali area kecil di 2019.

"Kami benar-benar diberi kesempatan luar biasa untuk menggali sebidang tanah yang tidak terganggu di dalam Kota Tua, yang saat ini sangat langka," kata Michal Haber, seorang arkeolog di Hebrew University of Jerusalem yang ikut serta dalam penggalian, kepada Live Science.

"Dan dengan demikian menggali semua lapisan di bawah kota yang hidup dan aktif, dalam semua kerumitan dan perjuangannya, baik masa lalu. dan sekarang."
.
Penggalian arkeologi berakhir beberapa bulan yang lalu, setelah penemuan struktur dan artefak dari setidaknya lima fase berbeda dari sejarah kota kuno yang luas. Persyaratan hukum, bagaimanapun, berarti bahwa elevator tidak akan mulai beroperasi di samping ujung barat daya Western Wall Plaza hingga tahun 2025.

Para arkeolog juga telah menemukan tembikar dan lampu minyak dari periode Mamluk dalam sejarah Yerusalem. Ketika Kesultanan Mamluk Mesir memerintah kota itu antara abad ke-13 dan ke-16.

Mereka juga menemukan artefak dari periode Bizantium, dari sekitar abad keempat hingga Yerusalem ditaklukkan oleh Khulafaur Rasyidin pada abad ketujuh.

Penemuan ini juga mencakup bukti ekstensif tentang kehadiran tentara Romawi di kota itu setelah tahun 135 M. Beberapa dekade setelah Kuil Kedua dihancurkan dan Yerusalem telah dibangun kembali sebagai kota Romawi pagan yang disebut Aelia Capitolina.

Nama tersebut diambil dari keluarga kaisar. Pada saat itu, Hadrian, dan kota itu didedikasikan untuk dewa utama Romawi Jupiter Capitolinus. Bangsa Romawi juga membangun sebuah kuil untuk dewa di Temple Mount.

Gutfeld mengatakan tampaknya orang Romawi telah membangun genangan air di atas sisa-sisa oven batu bata, mungkin untuk memanggang roti. Batu bata yang digunakan untuk membuat oven bertuliskan inisial LXF, untuk "Legio X Fretensis" -nama lengkap legiun ke-10 Romawi yang membuatnya.

Temuan paling spektakuler di situs tersebut, bagaimanapun, adalah kerangka sebuah vila kaya yang ditempati tepat sebelum Romawi menghancurkan Bait Suci Kedua pada tahun 70 M.

Pada saat vila itu ditempati, Kuil Kedua di dekatnya masih digunakan dan area itu akan dikhususkan untuk orang-orang yang sangat kaya.

"Vila ini unik karena benar-benar berada di tebing tepat di sebelah Temple Mount, di tempat di mana Anda tidak akan menemukan arsitektur karena kemiringannya," katanya. "Itu seperti 100 meter dari kuil, itu pasti salah satu real estat terbaik di Yerusalem."




 

Monday, October 3, 2022

llmuan Kuno Merekayasa Manusia Buatan dari Darah hingga Rahim Hewan


Manusia telah tertarik untuk menciptakan kehidupan buatan sejak zaman klasik dan mungkin jauh lebih awal. Salah satu manifestasinya adalah gagasan tentang homunculus, makhluk humanoid yang diyakini diciptakan melalui cara magis.

Sejarah gagasan homunculus menggabungkan banyak topik. Ini terkait dengan teori medis awal tentang reproduksi dan kehamilan, gagasan awal tentang generasi spontan dan asal usul kehidupan, bahkan bidang modern rekayasa genetika dan sibernetika.

Tidak Ada Telur yang Terlibat

Dalam pengobatan Renaisans, diyakini bahwa kekuatan pemberi kehidupan utama dalam reproduksi berasal dari pria dalam bentuk air mani. Rahim diyakini hanya sebagai wadah yang hangat dan kaya nutrisi bagi embrio untuk tumbuh dan diberi makan, meskipun rahim diyakini menyediakan bahan mentah yang dibutuhkan untuk menjadi dewasa. Bahan mentah yang digunakan janin untuk menjadi dewasa dianggap penting dalam menentukan individu seperti apa orang itu nantinya.

Gagasan bahwa air mani adalah bahan utama yang dibutuhkan untuk menghasilkan kehidupan baru di dalam rahim. Menurut Aristoteles, rahim hanyalah sebuah wadah pasif yang dianggap sebagai otoritas utama ilmu alam di Abad Pertengahan dan dunia Klasik akhir.

Rahim Bisa Diganti dengan Ruang Hangat

Aristoteles tidak percaya bahwa manusia dapat dibuat secara artifisial di luar mode alami reproduksi seksual dan melahirkan, tetapi ide-idenya membuka kemungkinan seperti itu. Jika rahim manusia hanyalah wadah untuk janin, maka secara teori bisa ditukar dengan wadah lain asalkan menggunakan air mani manusia. Selain sperma, diperkirakan yang dibutuhkan hanyalah ruangan hangat dan semacam bahan mentah yang bahkan bisa berupa daging busuk.

Ide-ide awal tentang reproduksi manusia telah lama didiskreditkan, tetapi mereka membuat penciptaan homunculus tampak masuk akal selama Abad Pertengahan dan Renaisans seperti kloning saat ini.

Generasi spontan

Gagasan lain yang membuat penciptaan homunculus tampak kredibel adalah generasi spontan. Filsuf Klasik, Abad Pertengahan, dan Renaisans semuanya percaya bahwa makhluk sederhana seperti lalat, katak, dan tikus dapat muncul secara spontan dari materi lembam. Lalat, misalnya, diyakini terbentuk secara spontan pada daging yang membusuk.

Gagasan tentang homunculus yang muncul secara spontan dari materi lembam dengan penambahan air mani sangat mirip dengan gagasan generasi spontan yang membuat gagasan itu lebih dapat diterima oleh sains arus utama saat itu.

'Resep' Homunculus


Pada awal Abad Pertengahan, para alkemis dan filsuf mulai menyusun resep untuk membuat homunculus. Satu resep, dijelaskan dalam teks yang disebut Kitab Sapi, menceritakan tentang proses rumit di mana hewan betina, baik sapi atau domba betina, harus diinseminasi buatan dengan campuran air mani dan sejenis mineral berpendar dan kemudian dipenggal ketika homunculus yang akan segera lahir. Setelah homunculus lahir, itu akan diberi makan darah. Resep lain membutuhkan monyet betina atau kuda betina sebagai gantinya.

Homunculus diyakini memiliki kekuatan supranatural seperti kemampuan untuk mengontrol gerakan dan memungkinkan manusia untuk mengubah diri menjadi domba dan sapi. Cairan dari tubuh homunculus diyakini memberi pembuat homunculus kemampuan berjalan di atas air di antara kemampuan supernatural lainnya.

Sperma dan Daging Membusuk = Makhluk Humanoid

Salah satu resep, yang diusulkan oleh alkemis abad ke-15 Paracelsus, menginstruksikan sang alkemis untuk membuahi kuda secara artifisial dan membiarkan air mani membusuk di dalam rahim. Dia juga percaya bahwa homunculus dapat dibuat hanya dengan memasukkan sperma ke dalam wadah tertutup yang berisi bahan seperti daging busuk atau bahkan pupuk kandang.

Manusia Buatan

Bagian dari ide menciptakan homunculus adalah menciptakan manusia buatan yang membuatnya sebanding dengan kisah Yahudi tentang golem yang dapat dibuat dari debu oleh seorang rabi yang sangat saleh. Ada penentangan oleh beberapa pemimpin di gereja terhadap pembuatan homunculi karena dianggap mempermainkan Tuhan dan karena dianggap salah menciptakan makhluk cerdas seperti manusia hanya untuk menjadi pelayan.

Dengan cara ini, narasi homunculus mencerminkan perdebatan modern tentang rekayasa genetika dan sibernetika. Para alkemis modern berusaha membuat homunculi dari modifikasi genetik dan sibernetika. Banyak keberatan terhadap perusahaan modern ini adalah keberatan yang sangat mirip dengan penciptaan homunculi, khususnya perdebatan tentang apakah homunculi dapat dianggap sebagai manusia seutuhnya.

Saturday, October 1, 2022

Menguak Ninja di Jepang: Artefak Senjatanya Berusia 430 Tahun


Sebauh artefak ditemukan di Jepang diduga merupakan senjata ninja, termasuk beberapa yang tampaknya merupakan cikal bakal bintang lempar yang terkenal.

"Arkeolog menggali artefak antara tahun 1960 dan 2010 di beberapa situs Jepang, termasuk dua kastil—Kastil Iwatsuki dan Kastil Hachioji," tulis Owen Jarus kepada Live Science dalam artikel berjudul 430-year-old ninja weapons possibly identified yang terbit 14 Februari 2022. 

"Kemungkinan artefak ninja berasal dari Pengepungan Odawara yang terjadi pada tahun 1590," tambahnya. Selama pengepungan ini, klan Toyotomi dan Tokugawa mengalahkan klan Hojo, yang telah menguasai sebagian besar Jepang, dan merebut kedua kastil tersebut.

Pengepungan terjadi selama periode Sengoku, sekitar tahun 1467-1615, saat Jepang dibagi antara beberapa panglima perang yang berjuang untuk mendapat kekuasaan. 

Teks-teks sejarah menyebutkan ninja sebagai mata-mata dan penyabot selama kurun waktu tersebut. Mereka juga kemungkinan mengambil bagian penting dalam pengepungan.

Sebut saja Fūma Kotarō, nama yang dipakai secara turun temurun oleh ketua klan Fūma yang bekerja sebagai ninja untuk klan Go-Hōjō di Jepang.

Fūma merupakan kelompok ninja yang bermarkas di Distrik Ashigarashimo, Provinsi Sagami. Sejak zaman berkuasanya Ise Moritoki (Hōjō Sōun), klan Fūma aktif berperan sebagai mata-mata dan kelompok pembuatan keonaran.

Tokoh paling terkenal dari klan Fūma adalah ketua generasi ke-5 yang bernama Fūma Kotarō (tahun lahir tidak diketahui, meninggal 1603) yang mengabdi kepada pasangan bapak-anak Hōjō Ujimasa dan Hōjō Ujinao. Meski belum diketahui apakah Fūma Kotarō terlibat dalam operasi itu.

"Artefak tersebut termasuk batu lempar datar yang mungkin merupakan pendahulu bintang lempar shuriken dan caltrop tanah liat yang mungkin merupakan bentuk awal caltrop makibishi—senjata runcing yang dapat melukai kaki tentara dan kuda," terus Jarus.

Artefak ini kemungkinan adalah senjata dari "kelompok pertempuran yang dapat bertindak sebagai ninja," ungkap Iwata Akihiro kepada Live Science.

Iwata Akihiro merupakan seorang arkeolog dan kurator di Museum Sejarah dan Cerita Rakyat Prefektur Saitama. Ia mengatakan kepada Live Science melalui email, "Senjata-senjata ini, kemungkinan dibuat dengan tergesa-gesa sebelum pengepungan." 

Meskipun konstruksi mereka dibuat dengan tergesa-gesa, bagaimanapun, kedua senjata itu kemungkinan besar akan efektif.

Lemparan batu datar "digunakan untuk menghentikan pergerakan musuh yang akan menyerang (seorang prajurit) kapan saja, dan ketika musuh membeku, prajurit itu melarikan diri," lanjut Ahihiro.

Ia meneruskan, "sementara caltrop tanah liat bisa "menghentikan pergerakan musuh yang menyerbu benteng."

Catatan sejarah menyebut, meskipun dipersenjatai dengan senjata-senjata itu, ninja dari klan Hojo tidak dapat menyelamatkan kastil, karena mereka berdua jatuh ke tangan tentara klan Toyotomi dan Tokugawa yang jumlahnya jauh lebih besar.

Pada 1615, klan Tokugawa berhasil menyatukan seluruh Jepang di bawah kekuasaan mereka, membentuk shogun yang akan memegang kekuasaan selama berabad-abad kemudian. 









 

Hantu-hantu Abad Pertengahan yang Melegenda, Datang dari Romawi


Samuel Johnson, sastrawan sohor Inggris, pernah bertanya dalam catatannya bahwa, "belum dapat dipastikan apakah pernah ada roh seseorang yang muncul setelah kematiannya."

"Banyak dari orang-orang Eropa menentang akan kehadiran hantu, meskipun banyak juga diantaranya yang mendukung," tulis Susan Owens kepada Apollo Magazine.

Susan Owens menulis dalam sebuah artikel berjudul That’s the spirit – how the Romans imagined the dead yang terbit pada 5 Juni 2020.

Bagaimaapun, hantu-hantu yang melegenda di masyarakat Eropa abad pertengahan dipercaya datang dari zaman Romawi, mulai dari kemunculan hantu Kaisar Nero hingga Julius Caesar.

Legenda yang paling populer dimulai dari kisah kemunculan hantu Beatrice Cenci. Beatrice adalah putri salah satu keluarga terkemuka Romawi memiliki ayah yang kasar, hingga ia dibunuh dan kepalanya dipenggal.

"Dua ratus tahun kemudian pasukan Napoleon memasuki Roma, menghancurkan makam di gereja dan bermain bola dengan tengkoraknya," imbuh Owens.

Tak heran, jika orang-orang Eropa abad pertengahan percaya roh Beatrice tak tenang dan kerap menampakkan dirinya di jembatan Kastil Sant' Angelo sambil memegangi kepalanya di tangan.

Kisah yang populer dari abad pertengahan lainnya muncul dari kalangan penguasa Romawi. Kaisar Nero disalahkan atas kebakaran yang menghancurkan Romawi pada tahun 64 M dan atas pembunuhan ibunya, istri pertama dan filsuf, Seneca.

"Dia berbalik dari memerintah, meninggalkan kota dan ditinggalkan ia juga mulai ditinggalkan oleh Senat dan para pengawal setianya," terusnya.


Diduga karena frustasi. ia akhirnya memutuskan bunuh diri dan mati dalam penderitaannya. Ia pun meminta dimakamkan oleh Porta del Popolo bersama dengan pelacur dan ateis.

Pada abad pertengahan, arwahnya terlihat terus-menerus. Sampai akhirnya peresmian sebuah kapel kepadanya di gereja Santa Maria del Popolo, pada tahun 1099, Owens menyebut bahwa, "itu membuatnya merasa tenang.

Lain Nero, lain juga tentang kaisar terkemuka Romawi, Julius Caesar. Julius Caesar adalah kaisar sejati pertama Kekaisaran Romawi yang mampu memperluas kekuasaannya hingga ke Inggris.

Kematiannya di Senat pada Ides of March pada tahun 44 SM merupakan legenda terbesar yang dicatat berbagai kutipan kuno hingga kontemporer.

"Abu kematian Caesar kemudian dimakamkan di sebuah bola timah di atas sebuah obelisk di Heliopolis, yang sekarang dikenal dengan Kairo," terangnya.

Petaka bagi kepercayaan mistik Eropa, ketika bola timah berisi abu Caesar dikembalikan ke Kota Vatikan pada tahun 1585.

Kala itu, Paus Sixtus V membukanya untuk melihat dan memastikan apakah abu sisa-sisa kematian Caesar itu benar-benar ada di dalamnya.

Legenda masyarakat abad pertengahan Eropa mengatakan bahwa kejadian itulah yang melepaskan roh Caesar yang sekarang berkeliaran di kota, menghantui masyarakat. Disebutkan bahwa hantunya paling sering bergentayangan di dekat Colosseum.

Friday, September 30, 2022

Perang Etruska: Takluknya Peradaban Kuno Etruria ke Tangan Romawi


Sejarah paling sering ditulis oleh para pemenang, Etruria ditaklukkan dan berasimilasi dengan kekaisaran Romawi yang berkembang pesat di Eropa. Begitulah sejarawan kuno menulis tentang sejarahnya.

Etruria tak lebih dikenal dari kesohoran Romawi yang ditulis berjilid-jilik oleh banyak sejarawan, mulai dari sejarawan kuno hingga sejarawan kontemporer. Alasannya, karena Romawi adalah pemenang dari pertempuran.

"Tanpa teks tertulis yang luas dari mereka sendiri, sejarah Etruria harus disatukan dari sedikit sisa budaya mereka," tulis Mark Cartwright kepada World History.

Mark Cartwright menulis dalam artikelnya yang berjudul Etruscan Warfare yang dipublikasikan pada 15 Februari 2017.

Beberapa peninggalannya yaitu, reruntuhan tembok benteng, senjata, baju besi, dan karya seni yang menggambarkan tema yang berhubungan dengan peperangan, dan catatan bekas penulis kuno.

Pemerintah awal kota-kota Etruria didasarkan pada monarki, tetapi kemudian berkembang menjadi pemerintahan oligarki yang mengawasi dan mendominasi semua posisi publik dan majelis warga.

"Tentara Etruska (julukan orang-orang Etruria), seperti kebanyakan kekuatan tempur Mediterania saat itu, diambil dari badan warga yang sebaliknya adalah petani saat tidak berperang," ungkap Cartwright.

Tentara membayar peralatan mereka sendiri dan berjuang untuk Etruria dalam melindungi hak dan kepentingan mereka sendiri, baik untuk mempertahankan wilayah mereka atau memperluasnya, bisa juga untuk mengontrol rute perdagangan di darat dan laut, dan untuk memperoleh sumber daya yang mereka anggap perlu.

Armor terbuat dari perunggu dan berbentuk pelindung dada, pelindung kaki untuk melindungi kaki bagian bawah, helm, dan perisai bundar, seperti hoplite (seperti kulit yang dikeraskan juga banyak digunakan sebagai pelindung tubuh) dalam peperangan Yunani.

Hoplite umumnya lebih ringan dan lebih efektif daripada perunggu, bahan yang mudah rusak seperti itu tidak akan bertahan seperti yang telah dilakukan oleh baju besi perunggu.

Senjata utama adalah tombak perunggu dan pedang bermata dua. Prasasti dari Vetulonia menggambarkan seorang pejuang Etruria yang membawa kapak ganda, tetapi ini mungkin merupakan simbol otoritas daripada senjata.

"Namun, penting untuk dicatat di sini bahwa beberapa senjata ini, dan helm khususnya, mungkin hanya memiliki tujuan ritual simbolis dan mungkin tidak benar-benar digunakan dalam pertempuran," tegasnya.

Banyak kota Etruria dilindungi oleh tembok kota. Tidak selalu menutup seluruh kota, mereka melindunginya dari serangan di titik-titik terlemahnya.

Bagian dari dinding benteng bertahan di Cerveteri, Tarquinia, Veii, Vulci, dan kota lainnya, terbuat dari batu bata lumpur di atas alas batu atau seluruhnya dari balok tufa, sebagian besar berasal dari abad ke-5 SM.

"Tembok itu bisa bertahan dari serangan berkepanjangan dibuktikan dengan pengepungan Romawi selama 10 tahun di Veii antara tahun 406 dan 396 SM," lanjutnya.

Tentara Etruria yang terdiri dari tentara paruh waktu, mungkin direkrut berdasarkan kekerabatan atau keanggotaan klan, terbukti bukan tandingan tentara Romawi.

Tentara Romawi lebih profesional dan dinamis secara taktis yang mampu memanfaatkan sumber daya yang lebih besar, baik laki-laki maupun peralatan.

Pada tahun 281-280 SM, kemenangan bagi tentara Romawi melawan orang-orang seperti Tarquinia, Orvieto, dan Vulci. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar Etruria akhirnya jatuh di bawah kendali Romawi.

Melalui campuran diplomasi, aliansi, gencatan senjata yang berkepanjangan, dan kekuatan militer, Romawi telah memantapkan diri mereka sebagai penguasa Italia.




 

Momus, Dewa Ironi dan Sarkasme yang Diusir dari Olimpus oleh Zeus


Menurut Theogony oleh Hesiod, Momus pada awalnya adalah penasihat para dewa Olimpus. Namun karena kritik yang berlebihan, tidak menyenangkan, dan terus-menerus terhadap para dewa, ia akhirnya dibuang ke bumi.

Momus menjadi “orang jahat” di antara dewa-dewa kecil Olimpus. “Maka tidak heran jika ia lebih tidak disukai oleh mereka daripada dewa Yunani lainnya,” ungkap A. Sutherland dilansir dari laman Ancient Pages.

Panteon Yunani sangat beragam. Masing-masing dewa memiliki rentang aktivitas, atribut, dan kelemahan yang berbeda. Dewa-dewa Yunani berbeda dari dewa-dewa agama monoteistik besar—dewa Momus menampilkan banyak karakteristik yang mirip dengan manusia.

Salah satu penulis drama klasik paling terkenal di Athena, Sophocles menulis sebuah drama satir yang ditujukan untuk Momus, putra Nyx. Ia menggambarkan Momus sebagai dewa lelucon dan ejekan yang suka mengkritik dan mengolok-olok orang lain. “Pendapatnya diungkapkan dengan sarkasme pahit,” tambah Sutherland.

Momus, dewa kritik, tidak pernah disambut sebagai pendamping para dewa di Gunung Olimpus. Tetapi karena dia adalah salah satu dari para dewa, maka kelakuan Momus pun ditoleransi.

Ironi dan kritiknya yang tidak pantas sering ditafsirkan sebagai sesuatu yang ganas. Kadang-kadang, dia mengalami kesulitan menemukan sesuatu yang salah dalam tindakan para dewa dan manusia, tetapi dia selalu mencoba. Juga, sikapnya terhadap kemanusiaan tidak sepenuhnya benar dan tentu saja tidak ramah.

Faktanya, Momus tidak menyukai manusia dan ingin melihat populasi bumi berkurang. Dia sering membuat upaya yang berhasil untuk menemukan beberapa kekurangan atau kelemahan dalam segala hal.

Sutherland menyebutkan bahwa kadang-kadang, Momus muncul dan menuduh dewa melarikan diri dengan suatu kejahatan. Dia tidak terlalu terkesan ketika Prometheus 'Pembawa Api' mencuri api dari para dewa dan menciptakan manusia pertama. Sang dewa yang tidak disukai ini merasa bukan dirinya sendiri jika tidak mengkritik karya ilahi Prometheus.

Athena pun tidak luput dari kritikan Momus. Kali itu, Momus menghina usaha Athena untuk pembangunan rumah manusia. Momus menunjukkan bahwa rumah itu tidak memiliki sarana penggerak yang diperlukan. Momus menyarankan bahwa ciptaannya untuk manusia harus memiliki roda. Sehingga seseorang dapat dengan bebas berpindah dari satu tempat ke tempat lain jika perlu.

Afrodit sang dewi kecantikan menolak kritikan Momus atas Athena. Momus tidak dapat menemukan kesalahan atas kekecewaannya yang besar dengan bentuk sempurnanya. Sehingga dia menuduhnya terlalu banyak bicara dan mengenakan sandal yang aneh dan berderit.

Dalam "Lucian and the Latins: Humor and Humanism in the Early Renaissance", David Marsh menulis bahwa di perjamuan Momus mengutuk para filsuf, pendeta, dan cendekiawan sebagai ateis.

Terlepas dari protes Hercules dan Juno, dewa Jupiter menerima proposal Momus untuk menghancurkan dunia dan merencanakan penciptaan baru.

Para dewa mengunjungi bumi untuk berkonsultasi dengan para filsuf manusia. Mereka menyatakan Socrates satu-satunya orang yang benar-benar bijaksana. “Kembali ke Olimpus, para dewa berkumpul tetapi segera jatuh ke pertengkaran,” tulis Marsh.

Ketika Juno menghina Momus, dia mengusulkan undang-undang untuk mengecualikan semua dewa wanita dari majelis. Para dewi yang marah menyerang Momus dan mengebirinya. Sementara itu, orang-orang di bumi, yang takut akan bencana baru, berusaha menyesuaikan diri dengan dewa-dewa. Manusia mempersembahkan kuil dan patung baru untuk para dewa agar mereka tidak murka.

Ini membuat para dewa senang dan memuji umat manusia. Marsh menuturkan, “Para dewa itu pun berbalik mencela Momus yang cacat, yang dibuang oleh Jupiter untuk dirantai di tebing laut."

Bagaimana cara manusia zaman dulu menggambarkan dewa ini tidak diketahui hingga kini. Momus sering digambarkan sebagai badut raja dalam seni modern, dengan topi dan lonceng bodoh.

Momus dianggap sebagai sosok ilahi yang relatif anonym. Ia adalah putra Nyx, personifikasi malam, yang juga ibu dari Hypnos (Tidur) dan Thanatos (Kematian), dengan Erebus (Kegelapan). Menurut Hesiod, Momus tidak memiliki ayah, tetapi saudara kembarnya, Oizys, dewi depresi dan kesengsaraan.

Momus membuat para dewa gila dengan ketidaksetujuan abadinya terhadap segala hal. Terakhir, ia menyebut Zeus sebagai maniak seks dan dewa yang kejam. Sudah cukup bersabar, Zeus akhirnya menendang Momus keluar dari Olimpus.

Orang Yunani memiliki banyak dewa yang mempersonifikasikan kehidupan dan alam. Seperti makhluk fana, para dewa, setengah dewa, dan pahlawan mitologis. Mereka menunjukkan sifat-sifat negatif seperti manusia, emosi, dan sikap permusuhan.

“Perilaku dewa berkontribusi pada banyak legenda dan mitos yang menarik. Ini menjadikan mitologi Yunani sebagai warisan penting dari budaya kuno ini,” imbuh Sutherland.

Tuesday, September 27, 2022

Intip Ritual Buka Mulut pada Mumi yang Akan Dimakamkan Era Mesir Kuno


Setelah meninggal dan sebelum dimakamkan di makamnya, mumi orang yang sudah meninggal harus menjalani upacara yang rumit untuk membantunya mendapatkan kembali akal sehatnya melalui sihir untuk dapat menikmati kehidupan penuh di akhirat.

Hal tersebut dilakukan agar raja yang telah meninggal dapat bertemu dengan para dewa dan menikmati kehidupan abadi. Setelah tujuh puluh hari proses mumifikasi berlangsung, mumi kerajaan ditempatkan di sebuah perahu di kepala armada kecil yang akan membawanya ke Sungai Nil ke tempat peristirahatan terakhirnya. 

Penerus almarhum raja memimpin karavan pemakaman, sementara penduduk negara Nil, rakyatnya, berkeliaran di tepi sungai untuk mengucapkan selamat tinggal kepada firaun mereka.

Firaun baru diharapkan untuk memainkan peran aktif dalam pemakaman pendahulunya karena hanya dengan mengikuti ritual secara ketat ia dapat memastikan legitimasinya sebagai pewaris takhta Dua Negeri.

Setelah turun, peti mati dengan mumi kerajaan ditempatkan pada platform yang ditarik oleh dua lembu untuk dipindahkan ke makam. Namun mendiang firaun tidak akan pergi sendiri. Perjalanan terakhirnya akan disertai dengan prosesi besar yang terdiri dari para pendeta berkepala gundul yang memenuhi lingkungan dengan nyanyian mereka dan aroma dupa.

Prosesi pemakaman ditutup oleh dua wanita yang berpakaian seperti dewi Isis dan Nephthys, dua saudara perempuan Osiris yang berkabung, yang dengan sayap terbentang melindungi almarhum.

Saat arak-arakan tiba di pintu makam kerajaan, seorang pendeta sem (murni), yang mengenakan topeng dengan patung dewa Anubis, meminta izin untuk melakukan penguburan.

Pada saat itu sekelompok penari Muu muncul, melakukan tarian ritual di depan peti mati untuk memastikan bahwa pemakaman dapat dilanjutkan.

Selanjutnya, seorang imam membaca membaca beberapa bagian dari teks pemakaman. Setelah ritual ini selesai, peti mati, dengan mumi di dalamnya diletakkan di depan pintu pemakaman untuk melaksanakan ritus yang paling penting dari semuanya, upacara "pembukaan mulut dan mata".

Ritual Kebangkitan

Upacara pembukaan mulut, sebuah ritual yang dilakukan pada mumi dari setiap orang yang meninggal dengan tujuan meyakinkan dia pemulihan penuh dari semua indranya (bicara, penglihatan dan pendengaran) agar dapat hidup sepenuhnya di akhirat.

Dengan demikian, upacara ini adalah penegasan bahwa kematian bukanlah akhir, tetapi awal dari kehidupan baru yang akan bertahan selamanya. Langkah-langkah yang diikuti oleh para imam yang bertanggung jawab atas ritual ini sangat kompleks dan sarat dengan mistisisme. Pemulihan setiap indera berhubungan dengan dewa yang berbeda yang diwakili oleh seorang pendeta yang mengenakan topeng keilahian.

Misalnya, dewa Ptah, dewa pencipta Memphis, secara simbolis membuka mulut orang yang meninggal agar dia bisa berbicara kembali, dan dewa pemakaman Sokar bertanggung jawab atas pemulihan penglihatan.

Untuk melaksanakan ritual magis, para pendeta biasanya menggunakan elemen yang terbuat dari besi meteorik karena dianggap bahan dari langit ini dikirim oleh para dewa. Di antara instrumen-instrumen ini ada beberapa kapak, tongkat berbentuk ekor ikan yang disebut peseshkef, dan pisau berhias kepala ular yang disebut uerhekau.

Kemudian, para imam menyentuh anggota badan dan organ yang akan dihidupkan kembali. Terutama mata, hidung, telinga dan mulut, sehingga orang yang meninggal itu bisa makan, minum, berbicara, mendengar, mencium dan melihat akhirat.

Dalam Book of the Dead (ringkasan formula pemakaman dimaksudkan untuk memfasilitasi perjalanan ke dunia bawah) ada bagian di mana almarhum mengacu pada ritual:

“Mulutku dibuka oleh Ptah, / ikatan mulutku dilepaskan oleh dewa kotaku. / Thoth telah dilengkapi dengan mantra, / melepaskan ikatan Seth dari mulutku. / Atum telah memberi saya tangan saya, / mereka berdiri sebagai penjaga. / Mulutku diberikan kepadaku, / mulutku dibuka oleh Ptah / dengan pahat logam itu / yang dengannya dia membuka mulut para dewa.”

Makanan dan minuman untuk almarhum

Setelah almarhum sadar, pengorbanan salah satu lembu yang ikut dalam prosesi pemakaman dilakukan. Dibantu paha hewan (yang terkadang tidak nyata, tetapi alat yang berbentuk ini), pendeta sem membuka mata dan mulut mumi empat kali.

Setelah itu, mulut orang mati itu dibuka kembali dengan kapak. Karena almarhum sekarang sudah bisa makan dan minum, dia disuguhi serangkaian makanan dan segelas air.

Kemudian, salinan teks pemakaman ditempatkan di dalam peti mati dan dibawa ke ruang pemakaman. Jika almarhum adalah firaun, peti matinya akan disimpan di dalam sarkofagus batu. Ketika mereka pergi, kelompok yang bertanggung jawab atas semua tugas ini menghapus jejak mereka.

Monday, September 26, 2022

CT Scan Amenhotep I Bebaskan Pendeta Mesir dari Tuduhan Pencurian


Mumi firaun Amenhotep I yang berusia 3.500 tahun hampir tidak pernah diteliti sejak ditemukan di Luxor tahun 1881.

Padahal mumi ini dapat mengungkapkan beberapa detail berharga tentang kehidupannya. Firaun Amenhotep I memerintah kerajaan Mesir yang bersatu sejak tahun 1525 hingga 1504 SM.

Mumi Kerajaan Baru (1550 hingga 1069 SM) adalah mayat kuno yang paling terpelihara dengan baik yang pernah ditemukan. Mumi ini dianggap sebagai kapsul waktu. Mereka dapat memberi tahu tentang seperti apa rupa raja dan ratu kuno, kesehatan, serta penyakit kuno. Juga teknik mumifikasi, dan metode pembuatan objek pemakaman.

Ahli Mesir Kuno selalu enggan menyentuh mumi yang telah diawetkan dengan sangat baik dalam linen berkualitas tinggi. Mumi ini juga ditutupi oleh karangan bunga yang terbuat dari bunga safflower, delphinium, dan rami sungai Mesir. Mumi Amenhotep menggunakan topeng penguburan yang dicat yang mencolok dan indah. Ini bisa saja rusak secara permanen jika linennya dilepas.

Namun berkat perkembangan teknologi pemindaian digital yang canggih, ilmuwan dapat menelitinya tanpa merusak penutup fisiknya.

Pemeriksaan digital menyeluruh dan komprehensif dari tubuh mumi Amenhotep I dilakukan. Ahli Mesir Kuno yang terkenal, Zahi Hawass, bekerja sama dengan Sahar Saleem seorang ahli radiologi dari Universitas Kairo dalam penelitian ini.

Mereka menggunakan teknologi pemindaian tomografi terkomputasi (CT) 3-D untuk mendapatkan citra rinci dari tulang dan jaringan lunak yang diawetkan. Teknologi ini mengeliminasi kebutuhan untuk membuka pembungkus linen mumi untuk melihat apa yang ada di bawahnya.

Analisis ekstensif Saleem mengungkapkan sejumlah besar detail tentang karakteristik fisik Amenhotep I yang belum diketahui sebelumnya.

“Pemindaian menunjukkan bahwa Amenhotep I berusia sekitar 35 tahun ketika dia meninggal,” kata Saleem. Tingginya kira-kira 169 cm, disunat, dan memiliki gigi yang bagus.

Amenhotep I secara fisik mirip dengan ayahnya, Ahmose I, raja pertama Dinasti ke-18 yang memerintah dari 1550 hingga 1292 SM. Sang Firaun memiliki dagu yang sempit, hidung kecil yang sempit, rambut keriting, dan gigi atas yang agak menonjol.

Otak Amenhotep I ditemukan utuh, hal ini tidak dimiliki oleh sebagian besar mumi kerajaan lainnya.

CT scan menunjukkan bahwa Amenhotep I dikuburkan dengan koleksi perhiasan berharga yang menakjubkan. Di bawah bungkus linennya, tubuhnya dihiasi dengan sekitar 30 jimat dan ikat pinggang terbuat dari manik-manik emas.

Fakta terakhir ini penting, karena bertentangan dengan kepercayaan ahli Mesir Kuno tentang sejarah mumi sebelumnya.

Seperti yang diungkapkan oleh hieroglif, pada abad ke-11 SM mumi Amenhotep I dipindahkan dari tempat pemakaman aslinya ke Luxor. Pada saat itu tubuh dibuka dan dibungkus kembali oleh para pendeta. Mereka ditugaskan untuk memperbaiki kerusakan yang dilakukan oleh perampok makam.

Di Luxor, mumi itu dimakamkan bersama mumi raja dan bangsawan yang juga diselamatkan dari perusakan tanpa henti pencuri harta karun.

Ahli Mesir Kuno sebelumnya menduga bahwa para pendeta itu terlibat dalam pencurian harta karun Amenhotep I. Mereka diperkirakan menyembunyikan semua perhiasan sebelum menyelesaikan proses mumifikasi ulang.

Tapi hasil CT scan membersihkan pendeta kuno abad ke-11 dari segala tuduhan pencurian.

“Dalam kasus Amenhotep I, para pendeta dari dinasti ke-21 dengan penuh kasih memperbaiki luka-luka yang ditimbulkan oleh para perampok makam. Mereka mengembalikan mumi ke kejayaannya, dan melestarikan perhiasan dan jimat yang luar biasa di tempatnya,” kata Saleem.

Berkat mereka, mumi Amenhotep terpelihara dengan baik hingga kini sehingga dapat dipindai dan dianalisis oleh Saleem.

Amenhotep I memerintah Kerajaan Baru Mesir selama masa damai dan kemakmuran. Lima abad pemerintahan Kerajaan Baru diakui oleh para sejarawan sebagai salah satu "Zaman Keemasan" Mesir kuno.

Kerajaan itu makmur dan menghadapi beberapa ancaman eksternal atau internal yang serius. Amenhotep I tidak diragukan lagi mendapat manfaat dari keadaan ini. Sangat sedikit informasi tentang penguasa macam apa dia sebenarnya. Meskipun tampaknya ia berhasil mempertahankan struktur yang diciptakan ayahnya selama pemerintahannya.

Meskipun banyak penemuan menarik dari pemindaian, Saleem tidak dapat menemukan persis bagaimana Amenhotep I meninggal.

“Kami tidak dapat menemukan luka atau cacat karena penyakit untuk menentukan penyebab kematian,” jelasnya.

Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa Amenhotep I diracun sampai mati. Bisa jadi ia dibunuh dengan cara yang tidak akan meninggalkan bekas luka atau kerusakan fisik. Kemungkinan lainnya, Amenhotep I bisa saja meninggal karena sebab alami.

Tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti apa yang terjadi kecuali jika ada teks hieroglif yang menjawab misteri itu.