About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Robot Misterius. Show all posts
Showing posts with label Robot Misterius. Show all posts

Saturday, October 29, 2022

Fakta yang Perlu Anda Tahu Seputar Jatuhnya Meteorit di Lampung Tengah


Dua meteorit ditemukan jatuh di pedalaman Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Peristiwa yang terjadi pada awal tahun 2021 ini cukup menarik perhatian publik. Sebab, ada dua rumah warga lokal yang tertimpa meteorit-meteorit ini sehingga atapnya bolong.

Ma’rufin Sudibyo, astronom amatir yang tekun mengamati benda-benda langit yang memasuki wilayah Indonesia, menjelaskan dalam kolomnya di KOMPAS.com bahwa jatuhnya meteorit ke Bumi sebenarnya bukanlah peristiwa yang istimewa, tapi hal yang biasa karena secara statistik frekuensinya cukup sering terjadi. Namun begitu, ada hal-hal menarik yang bisa jadi pelajaran dari ditemukannya batuan meteorit oleh warga setempat di Lampung Tengah. Berikut ini hal-hal menarik terkait kejadian tersebut yang mungkin ingin Anda ketahui dan bisa menambah wawasan kita bersama.

Kronologi                          

Kejadian ditemukannya meteorit di Lampung Tengah ini didahului oleh munculnya suara dentuman menggelegar yang menggetarkan gendang telinga sebagian penduduk daratan Lampung pada Kamis 28 Januari 2021 pukul 21:53 WIB. Saksi mata juga melaporkan adanya kilatan cahaya di langit.

Segera setelah cahaya menghilang, pada lintasan kilatan yang sama terlihat penampakan mirip gumpalan awan yang panjang dan lurus hingga beberapa belas menit kemudian. Awan ini mengandung ciri jejak asap (smoke trails) yang khas dalam kejadian tumbukan benda langit.

Jejak asap tersebut merupakan jejak kondensasi yang membentuk awan noktilusen di lapisan stratosfer hingga ke ketinggian maksimum 80 kilometer di atas permukaan Bumi. Ini memang merupakan sebagian ciri awal atas keberadaan meteorit yang jatuh ke Bumi.

Perlu dicatat, sebelum memasuki atmosfer Bumi dan masih melayang-layang di luar angkasa, batuan langit ini masih disebut sebagai meteorid. Adapun ketika batuan langit ini memasuki atmosfer Bumi dan terbakar akibat bergesekan dengan lapisan atmosfer sehingga kemudian memunculkan kilatan cahaya, ia masih disebut sebagai meteor. Nah, barulah ketika ia berhasil mencapai permukaan Bumi tanpa terbakar habis alias masih tersisa, batuan langit ini kemudian disebut sebagai meteorit.

Terekam Seismometer                                                        

Peristiwa jatuhnya meteor atau yang kerap disebut “bintang jatuh” di Lampung Tengah ini ternyata juga terekam oleh tiga sensor seismometer yang beroperasi di bawah payung sistem peringatan dini tsunami Indonesia dan dikelola oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Ketiga sensor tersebut adalah sensor UTSI, KASI dan PSSM yang terletak di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, di sisi barat Pulau Sumatera.

Tiga sensor tersebut merekam usikan seismik unik yang bukan berasal dari kejadian gempa bumi tektonik. Usikan tersebut berkaitan dengan Peristiwa Lampung Tengah, khususnya dari sisi runut waktu.

Usikan seismik unik tersebut pertama kali terdeteksi di sensor UTSI, 10 detik kemudian terdeteksi sensor KASI, dan 10 detik berikutnya terdeteksi di sensor PSSM. Runut waktu tersebut mengindikasikan, sumber usikan seismik itu berada di arah timur laut dari ketiga sensor, yang berimpit dengan arah ke Kabupaten Lampung Tengah.

Dua meteorit yang ditemukan di Lampung Tengah ini bertipe siderolit (besi-batuan). Meteorit pertama dengan massa sekitar 2,2 kilogram menembus tepi atap dan jatuh di sisi luar dinding sebuah rumah di Dusun 5 Desa Astomulyo. Sedangkan meteorit kedua yang lebih ringan dengan massa sekitar 0,3 kilogram ditemukan sehari berikutnya di Desa Mojopahit, sekitar 3 kilometer sebelah utara dari lokasi temuan meteorit pertama.

Meteorit kedua juga menembus atap sebuah rumah dan jatuh menimpa kasur yang tak dipakai. Kedua desa tersebut merupakan bagian dari Kec. Punggur, Kab. Lampung Tengah. Kedua meteorit memang bisa dikenali secara fisik sebagai meteorit. Pola hangusan yang ditemukan di permukaannya merupakan kerak fusi, kerak produk pelelehan yang singkat dan cepat selama menembus atmosfer.

Temuan meteorit, suara dentuman, kilatan cahaya, dan usikan seismik unik ini menjadi bukti kuat bahwa peristiwa di Lampung Tengah memang merupakan kejadian tumbukan benda langit, tepatnya antara meteorid dan Bumi. Yakni, masuknya meteoroid sedang ke atmosfer Bumi untuk kemudian berubah menjadi meteor terang (fireball) maupun meteor sangat terang (boloid).

Di lapisan atmosfer yang lebih padat, meteor mengalami fragmentasi berganda disusul kejadian mirip–ledakan di udara (airburst). Peristiwa ini kemudian berakhir dengan guyuran meteorit yang masih tersisa ke permukaan Bumi.

Peristiwa yang Sebenarnya Sering Terjadi

Setiap kilometer persegi daratan di Bumi rata–rata mendapatkan satu jatuhan meteor dalam tiap 50.000 tahun. Dengan luas daratan yang mencapai 1,9 juta kilometer persegi, maka wilayah Indonesia akan mendapatkan satu jatuhan meteorit dalam setiap 10 hari.

Jika luas daratan yang berpenghuni (dalam bentuk pedesaan hingga perkotaan) turut diperhitungkan, maka peluang menyaksikan satu peristiwa tumbukan benda langit yang menyisakan meteoritnya melambung menjadi sekitar satu kali dalam tiap 50 hingga 60 hari (rata–rata). Statistik tersebut menunjukkan, kejadian tumbukan benda langit adalah fenomena yang sesungguhnya sering terjadi. 

Wednesday, August 17, 2022

Handfish, Ikan \'Bertangan\' Langka Ditemukan di Tasmania


Tim peneliti gabungan dari University of Tasmania dan Reef Live Survey yang dipimpin oleh Antonia Cooper berhasil menemukan spesies ikan langka di lepas pantai tenggara Tasmania.

Awalnya, mereka hampir menyerah karena tak menemukan tanda-tanda keberadaan ikan yang disebut handfish merah itu setelah menyelam selama tiga setengah jam. Namun ketika Cooper dengan setengah hati mengutak-atik sepotong ganggang liar, dia melihat sesuatu berwarna merah di air.

"Begitulah, saya menemukan handfish merah," kata Cooper dalam sebuah video. "Itu sangat menggairahkan."

Tim tersebut bergerak ke area yang lebih sempit. Di dalam bentangan terumbu karang seukuran lapangan badminton, mereka menemukan delapan handfish merah.

Diberi nama karena siripnya yang berbentuk menyerupai tangan, Handfish merah merupakan penghuni zona bentik yang merayap di dasar lautan dengan tangannya. Ikan ini bisa tumbuh hingga sepanjang dua hingga lima inci, dan memangsa krustasesa kecil serta cacing. Handfish merah sebenarnya memiliki dua variasi warna: merah cerah dan corak kemerahan.

Spesies ini termasuk salah satu ikan paling langka di dunia, ujar peneliti dari University of Tasmania, Rick Stuart Smith. Ikan yang sulit dipahami itu pertama kali terlihat di dekat Port Arthur di Semenajung Tasman pada 1800-an, Hingga kini, sekelompok handfish yang terdiri 20-40 individu diketahui tinggal di bentangan terumbu karang di dekat Teluk Frederick Hendry, Hobart.

Temuan Cooper ini mungkin melipatgandakan populasi handfish merah yang diketahui menjadi 80 individu. Kemungkinan masih ada populasi lain yang belum ditemukan di luar sana, kata Stuart -Smith.

"Kami telah belajar banyak dari penemuan populasi kedua ini karena habitat mereka tidak identik dengan populasi pertama," ujar Stuart-Smith. "Jadi kita bisa memastikan bahwa handfish merah tidak terlalu bergantung pada kondisi lokal tertentu," lanjutnya.

Empat belas spesies handfish yang telah diketahui merupakan satwa endemik di perairan lepas pantai tenggara Tasmania. Ikan kecil, berwarna-warni, dan hidup menetap ini tidak dikembangkan untuk berenang jarak jauh. Jadi kemungkinan, populasi yang baru ditemukan ini secara genetik berbeda dengan populasi yang ada di Hobart.

Handfish termasuk satwa dengan status konservasi "Kritis". Mereka meletakkan telur di atas rumput laut, sehingga sangat mudah terdorong dan terjatuh oleh perenang atau kapal. Tingkat reproduksi dan penyebaran yang rendah juga tidak membantu jumlah mereka yang berkurang.

Karena mereka tinggal di daerah kecil dan populasinya terisolasi, Stuarts-Smith mengatakan bahwa handfish sangat sosial dalam kelompok mereka.

"Ini berarti program konservasi berbasis lokasi mungkin bisa menjadi jalan untuk merevitalisasi spesies tersebut," pungkasnya.

Sunday, August 14, 2022

Dibutuhkan 140 Tahun Untuk Bisa Merasakan Malam di Planet Ini


Bila ada sebuah pertanyaan mengenai planet apakah yang bisa dibilang sebagai planet teraneh di alam semesta, mungkin HD 131399Ab layak mendapat "gelar" tersebut. Bagaimana tidak, planet ini memiliki beberapa fakta yang membuat kita banyak bertanya.

Keanehan pertama adalah bahwa planet dengan jarak 3 kuadriliun ini memiliki tiga buah matahari. Berbeda dengan Bumi yang hanya memiliki satu buah matahari.

Keanehan selanjutnya adalah konfigurasi atau susunannya. HD 131399Ab terletak sangat jauh dari bintang yang terbesarnya, bernama HD 131399A. Saking jauhnya, bisa dibilang HD 131399Ab terletak di perbatasan orbit HD 131399A.

Sementara itu, HD 131399Ab juga terletak sangat dekat dengan bintang lainnya, HD 131399B dan HD 131399C.

Dengan ukuran "tubuh" empat kali ukuran Jupiter, dan posisinya, planet raksasa ini seharusnya sudah terlempar dari jalur orbitnya. Namun hal ini tidak terjadi. Astronom menduga bahwa tidak terlemparnya planet ini dari orbit bukan karena HD 131399Ab sendiri yang mengorbit, tetapi bintangnya pun mengorbit satu sama lain.

HD 131399B dan HD 131399C sama-sama mengorbit HD 131399A. Sementara itu, HD 131399B dan HD 131399C yang berjarak relatif dekat mengorbit satu sama lain. Sulit dibayangkan dan dimengerti? Seperti itulah gambaran kompleksnya sistem di rasi Scorpio tersebut.

"Ini jauh lebih gila dari apa yang diketahui oleh para pakar dinamika planet," ujar Kevin Wagner dari University of Arizona yang menemukan planet itu seperti dikutip Popular Science, Jumat (8/7/2016).

Keanehan sistem yang berlaku di sana memicu keanehan-keanehan lain di planet HD 131399Ab.

Jika manusia tinggal di planet itu, maka manusia pada hari-hari tertentu bisa melihat tiga bintang sekaligus, pemandangan matahari terbit dan matahari terbenam dalam satu waktu. Bayangkan matahari terbenam, kemudian tambahkan dua lagi matahari, seperti itulah "keindahan" yang akan dilihat.

Namun hal di atas tidak terjadi dalam setiap waktu, karena ketika satu bintang yang lebih besar terbit, dua bintang yang lebih kecil terbenam.

Ada yang tidak kalah aneh dengan gambaran di atas. Bila manusia berada di planet ini, manusia akan mengalami masa aneh dimana selama empat bulan (setara dengan 100 - 140 tahun di Bumi), manusia akan mengalami hari tanpa malam. Siang yang sangat lama. Akan ada manusia-manusia yang sepanjang hidupnya tak pernah melihat malam.

"Inilah sistem di mana saya tak ingin membuat kalender," kata Daniel Apai dari University of Arizona yang juga terlibat riset.

Penemuan planet ini istimewa karena dilakukan dengan pencitraan secara langsung. Kebanyakan planet ditemukan dengan metode transit, melihat kedipan cahaya bintang ketika ada planet yang melintasi mukanya.

Penemuan dengan pencitraan secara langsung bisa dilakukan sebab ukuran HD 131399Ab yang besar menurut sudiut pandang manusia.

Meski demikian, di antara sekian planet yang ditemukan dengan metode pencitraan secara langsung, ukuran HD 131399Ab tergolong yang paling kecil.

Penemuan planet ini dipublikasikan di jurnal Science pada Kamis (7/7/2016) lalu.

(Sumber: Kompas.com)

Thursday, August 11, 2022

Remaja Asal Denmark Temukan Sisa Kerangka Pilot Nazi dalam Perang Dunia II

Saat Daniel Kristiansen (14), ditugaskan oleh gurunya untuk melakukan penelitian mengenai Perang Dunia ke-2, Ia tidak membayangkan dapat menemukan kerangka pesawat beserta pilotnya.

Dengan menggunakan metal detektor, Ia menyusuri halaman belakang rumahnya di dekat Birkelse, Denmark. Saat itu Ia tersandung oleh bangkai pesawat fighter Jerman, Messerschmitt - dengan pilotnya yang masih berada di dalam cockpit.

Klaus Kristiansen, ayah Daniel, bercerita di stasiun radio DR P4 Nordjylland
 bahwa kakeknya pernah menyinggung soal pesawat Jerman yang jatuh di halaman belakang ladang mereka.

“Saat anak saya Daniel diberikan pekerjaan rumah mengenai Perang Dunia Ke-2, saya bergurau dan memberitahunya untuk mencari pesawat yang dikisahkan terjatuh di belakang ladang,” ujar Kristiansen kepada surat kabar setempat.

Setelah pendeteksi logamnya mengangkat bagian dari pesawat itu, keluarga tersebut lantas memulai proses penggalian, dengan bantuan tukang gali. Saat mereka menemukan serpihan pakaian dan tulang-belulang, mereka langsung menelpon polisi setempat.

Perwakilan dari kedutaan Jerman di Denmark dan ahli penjinak bom kemudian tiba di tempat kejadian perkara untuk memeriksa tulang-belulang pilotnya.

Bangkai pesawat lalu dikirim ke  Historical Museum of Northern Jutland , yang yakin untuk mengonfirmasikan identitas si pilot. Torben Sarauw selaku kurator dan kepala arkeologi museum tersebut mengatakan kepada CNN bahwa si pilot diyakini datang dari tempat pelatihan terdekat, yaitu di kota Aalborg.

Bersamaan dengan pakaian dan topinya, si pilot ditemukan dengan dua keping uang logam Denmark, kupon makan di kantin markas, dan tiga kondom yang belum digunakan.

Model pesawat Messerschmitt Bf 109 yang ditemukan merupakan salah satu model yang paling umum digunakan sebagau pesawat tempur Jerman. Lebih dari 33,000 unit diproduksi dari 1936 hingga penggunaannya berhenti pada penghujung Perang Dunia Kedua.

Jerman menginvasi Denmark pada awal perang, tepatnya pada 9 April 1940, dalam salah satu operasi militer tersingkat di Perang Dunia Kedua. Pertempuran berlangsung di udara, darat dan juga laut.

“Untungnya, anak saya punya sesuatu untuk ditulis di pekerjaan rumahnya sekarang,” ujar Kristiansen kepada wartawan setempat. Daniel diberikan libur oleh sekolahnya untuk melihat proses penggalian.

Sunday, September 26, 2021

Robot Misterius Leonardo da Vinci

 Abad ke-14 (hingga abad ke-17) merupakan masa dimulainya zaman Renasains atau abad pembaruan yang merupakan penanda kelahiran kembali dan bangkitnya peradaban modern di Eropa. 


Bermula di Italia, pengaruh Renasains mengubah banyak aspek kehidupan dari sastra, seni, filsafat, musik, dan ilmu pengetahuan hingga ke seluruh daratan Eropa. Pada masa-masa itulah lahir banyak tokoh terkenal dan berpengaruh, salah satunya adalah Leonardo da Vinci.

Leonardo da Vinci

Lahir pada tahun 1452 di Italia, Leonardo da Vinci adalah salah satu jenius terbesar yang pernah hidup. Ia adalah pelukis, pemahat, ilmuwan, penemu, penulis, dan juga seorang filsuf. Tak hanya itu, da Vinci juga merupakan pelopor ilmu paleontologi dan arsitektur. 

Banyak buku catatan da Vinci saat ia masih hidup dipenuhi dengan desain dan ide yang begitu luar biasa bahkan bisa dikatakan sangat canggih, tidak hanya pada masanya (abad ke-15) tetapi juga dianggap luar biasa di zaman kita sekarang ini. 


Penemuan Sketsa Leonardo da Vinci

Pada tahun 1957, seorang peneliti bernama Carlo Pedretti menemukan beberapa buku sketsa Leonardo da Vinci yang berisi catatan desain sesosok ksatria mekanik. Meskipun pada catatan itu tidak ada satu pun gambar ksatria mekanik yang lengkap, namun ada banyak detail yang terfragmetasi di berbagai buku sketsa tersebut.

Salah satu sketsa Leonardo da Vinci

Leonardo da Vinci merancang ksatria mekanik untuk mengesankan Ludovico Sforza yang merupakan penguasa Milan kala itu. Pada tahun 1495, Ludovico Sforza mengadakan semacam kontes di istananya.

Pada saat itulah, da Vinci memperlihatkan ksatria mekaniknya pada pertemuan itu. Semua orang yang hadir pada saat itu terperanjat. Mereka sebelumnya tidak pernah melihat ada bongkahan besi yang menyerupai sesosok ksatria. Tak hanya itu saja, mesin itu dapat bergerak seperti manusia.

Robot ini dapat duduk, melambaikan tangan, dan menggerakkan kepalanya sambil membuka dan menutup rahang secara otomatis. Robot itu juga dikatakan mengeluarkan suara dengan iringan alat musik otomatis, seperti drum. 

Sosok ksatria mekanik ini disebut-sebut sebagai robot humanoid pertama dalam sejarah. Robot da Vinci digerakkan oleh katrol yang dirancang untuk menciptakan ilusi seolah-olah ada orang sungguhan di dalamnya. 


Leonardo da Vinci rupanya telah melakukan penelitian anatomi tubuh manusia sepanjang hidupnya. Dia bahkan telah membedah puluhan mayat laki-laki dan perempuan dalam segala usia. Hasilnya, ia sukses mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang tubuh manusia. Dari sanalah da Vinci mengetahui bahwa otot manusia memungkinkan tulang dan persendian bergerak.

Jadi ketika dia merancang robot ksatria mekaniknya, dia memastikan robot memiliki anatomi tubuh seperti manusia. Robot ksatria itu memiliki tungkai dan sendi proporsional yang mengikuti Canon of Proportions yang dicatat Leonardo dalam Vitruvian Man. Lebih jauh lagi, dia mencoba memasukkan cara kerja otot manusia ke dalam desainnya tersebut.

Dikenal sebagai robot da Vinci atau Automa cavaliere, robot da Vinci menggunakan dua sistem yang rumit dan terhubung yang terdiri dari katrol, kabel, roda gigi, dan roda untuk bergerak.



Dibalut baju besi Jerman-Italia abad pertengahan, robot da Vinci bisa menggerakkan lengannya dan mengangkat pelindungnya sendiri serta melambaikan pedangnya. Robot itu juga bisa menggerakkan rahang dan lehernya serta bisa duduk, berdiri, berbaring, hingga berjalan. Gerakan robotik ini sangat mirip manusia dan merupakan penemuan yang sangat luar biasa pada masa itu. 

Michael Moran dari University of Florida dalam artikelnya "The da Vinci Robot" mengatakan bahwa sistem pada robot da Vinci adalah sistem empat faktor dan digunakan untuk gerakan tangan, pergelangan tangan, siku, dan bahu. Da Vinci memasang sistem silinder ke dada robot ksatria tersebut. Sistem lainnya digunakan untuk meggerakkan pergelagan kaki, lutut, dan pinggul. 


Rekonstruksi modern robot da Vinci

Pada tahun 1996, Mark Rosheim, seorang peneliti modern dan ahli robotika, mempelajari catatan desain ksatria mekanik da Vinci. Seorang sarjana Italia menunjukkan kepadanya beberapa gambar sketsa da Vinci yang baru ditemukan.

Mark Rosheim

Rosheim melihat kembali apa yang dijuluki "mobil Leonardo", sebuah gerobak kayu roda tiga. Penggemar da Vinci telah merekonstruksi mobil beberapa kali selama abad terakhir, tetapi tidak pernah berhasil. Perangkat itu tampaknya ditakdirkan untuk bergabung dengan barisan penemuan megah tapi cacat, yang oleh seorang sarjana disebut "mesin mustahil". 

Bagi Rosheim sendiri mesin itu hampir mustahil. Ia bekerja siang dan malam membenamkan diri dalam detail setiap sketsa. Ia kemudian menyimpulkan bahwa perangkat itu bukan sekadar kereta bertenaga pegas, tetapi sesuatu yang lebih inovatif. 

Mobil da Vinci, menurut Rosheim, sebenarnya adalah robot dengan serangkaian instruksi yang dapat diprogram sendiri. "Prekursor robot bergerak" itu menurut Rosheim mungkin saja merupakan catatan komputer analog pertama yang dapat diprogram dalam sejarah peradaban manusia.

Sementara itu, Rosheim juga menunjuk pada apa yang disebut Robot Knight, manusia artifisial yang digerakkan oleh kabel dan katrol, yang dianggap sebagai setelan senjata sederhana. 


Mengutip gambar yang ditemukan beberapa dekade sebelumnya oleh sarjana Italia Carlo Pedretti, Rosheim menjelaskan bagaimana sosok itu "duduk, melambaikan tangannya, menggerakkan kepalanya melalui leher yang fleksibel, dan mampu membuka dan menutup rahang dengan benar secara anatomis, dan bahkan mungkin mengeluarkan suara sambil diiringi oleh alat musik otomatis seperti drum."



Robot itu menurut teori, mungkin ditugaskan oleh penguasa Sforza sebagai hiburan pengadilan atau pameran di semacam taman patung mekanis. Namun yang misterius adalah gambar sketsa robot ksatria yang sudah selesai tidak pernah ditemukan,.Tetapi Rosheim yang memiliki bakat mekanik dan pengetahuan tentang sejarah robotika akhirnya mampu mengeksploitasi penggunaannya dengan menggunakan beberapa tambahan gambar. 

Paolo Galluzzi, direktur Institut Florence dan Museum Sejarah Sains, menggambarkan tesis robot Rosheim sebagai "sangat meyakinkan". Galluzzi kemudia mengikutsertakan robot ksatria dalam sebuah pameran dan menugaskan Rosheim untuk membuat model komputernya.

Pada tahun 2002, Rosheim diundang oleh BBC untuk membangun prototipe. Model buatannya mampu berjalan dan melambai. Rosheim sendiri mendapatkan ide membangun robot ksatria (yang sketsa utuhnya tidak pernah ditemukan) itu dari karakuri, sebuah robot pembawa teh Jepang abad ke-18 (seringkali menyerupai Geisha) dari era shogun Jepang. 

Robot Karakuri

Pergerakan karakuri ditentukan oleh penempatan bubungan, pelengkap kecil pada roda atau poros yang menggunakan tuas dan mengubah daya putar menjadi daya linier. Saat melihat karakuri, Rosheim menduga bahwa gerobak da Vinci mungkin saja memiliki pengaturan serupa. 

Benar saja, dia menemukan tonjolan kecil yang menempel pada salah satu roda bergigi dalam gambar da Vinci. Karakuri tampaknya menyediakan mata rantai yang hilang untuk memahami bagian bawah gerobak. 

Selain membuat model robot da Vinci, Rosheim juga menggunakan beberapa ide desain tersebut untuk membuat robot penjelajah planet untuk NASA. Catatan Rosheim dalam membangun ksatria mekanik serta robot da Vinci lainnya ada dalam bukunya "Leonardo's Lost Robots".

Selain Rosheim, ada juga kelompok penggemar Leonardo da Vinci yang disebut Leonardo3, yang juga melakukan rekonstruksi penemuan da Vinci.